Kantong Plastik Berbayar di Lampung Masih Pro-Kontra

184
Kantong plastik, ilustrasi -Dok: CDN
BANDARLAMPUNG – Pengelola toko dan minimarket di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, banyak yang menyetujui penggunaan bungkus atau kantong plastik berbayar pada toko dan minimarket, agar dapat mengurangi limbah plastik, meskipun masih ada yang menolaknya.
Agung, Kepala Chandra Mart di Kota Bandarlampung, Minggu, mengaku setuju saja penggunaan bungkus plastik berbayar diterapkan di minimarket, agar limbah plastik berkurang.
“Sampah plastik itu kan susah hancur, bertahun-tahun juga belum tentu hancur,” katanya, sabtu (2/12/2018).
Namun, menurutnya, semua itu kembali kepada masyarakat, karena bila diberlakukan, tapi masyarakat juga tetap tidak mempunyai kesadaran akan bahaya sampah plastik, sekali pun diterapkan aturan berbayar mereka tetap akan membelinya.
Febriani, Kepala Indomart di Jalan Laksamana Malahayati Bandarlampung, juga mengaku setuju bila diberlakukan penggunaan kantong plastik berbayar itu, namun harus disosialisakan terlebih dahulu ke masyarakat, agar mereka tidak menganggap, bahwa penjualan bungkus plastik ini untuk keuntungan para kasir dan pengelola toko/minimarket bersangkutan.
“Bila diberlakukan, nanti dikiranya bisa-bisaan kami, padahal sudah ada peraturannya, jadi masyarakat harus diberitahu dulu,” katanya lagi.
Namun, Anggi Prasetya, Kepala Alfamart Jalan Cut Meutia Kelurahan Gulak-galik, Bandarlampung, mengatakan cara itu sebenarnya sudah pernah diterapkan beberapa tahun lalu, namun sekarang sudah tidak lagi.
“Saya kurang setuju, karena bila diberlakukakn itu akan mengurangi juga minat masyarakat membeli di minimarket,” katanya.
Wawan, salah satu warga Kota Bandarlampung, mengatakan setuju penerapan kantong plastik berbayar itu, agar mengurangi limbah plastik, karena limbah plastik belum tentu hancur dalam jangka waktu lama.
Dia mencontohkan, seperti di Korea bila mau beli barang banyak harus membawa kantong plastik sendiri, karena minimarket di sana menjual kantong plastik dengan harga relatif mahal, sehingga dapat meminimalkan penggunaan kantong plastik oleh masyarakat.
“Namun, semuanya kembali kepada kesadaran masyarakat kita,” pungkasnya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...