Kapal Nasional Jembio P-2215 Kirim Bantuan ke Pulau Sebesi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kapal Nasional (KN) Jembio P-215 milik Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), melakukan pengiriman logistik bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda ke Pulau Sebesi.

Fery Hendry Yamin, petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas V Bakauheni, menyebut kapal milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan tersebut membawa bantuan berupa beras, mi instan, alat kesehatan serta petugas.

Menurut Fery Hendry Yamin, KN Jembio merupakan kapal patroli kelas II, memiliki panjang keseluruhan 44,50 meter, lebar 7,80 meter, tinggi 4 meter. Draft dengan ketinggian 2,20 meter dengan engine 2×1.900 HP dan kecepatan maksimum 20 knot.

Kapal dengan jumlah kru 26 orang tersebut bersandar di pelabuhan PT. Bandar Bakau Jaya (BBJ) Muara Piluk, Bakauheni Lampung Selatan.

Ardyanto (kiri) di Dermaga Canti, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan -Foto: Ist.

“Kapal tersebut dikirimkan oleh KPLP untuk dipergunakan sebagai armada untuk membantu pemerintah daerah kabupaten Lampung Selatan, untuk pendistribusian logistik ke wilayah terdampak tsunami dan sulit dijangkau dengan kapal kecil,” terang Fery Hendry Yamin, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (25/12/2018)

Fery Hendry Yamin juga menyebut, kapal itu akan terus disiagakan di pelabuhan BBJ, hingga batas waktu yang belum dipastikan. Pengiriman bantuan selanjutnya dilakukan untuk melengkapi kekurangan stok bantuan bagi warga di Pulau Sebesi.

Warga di wilayah terdampak di pulau tersebut, di antaranya berada di Dusun Tejang, Dusun Segenom, Dusun Regahanlada. yang mengungsi ke lokasi yang tinggi ketika tsunami menerjang.

Kondisi cuaca yang mulai membaik juga mulai memudahkan sejumlah tim bantuan melakukan evakuasi warga Pulau Sebesi.

Berdasarkan informasi dari salah satu sumber, Ardyanto,  proses evakuasi sejumlah warga yang mengalami sakit terus dilakukan oleh personel TNI, Basarnas, dan relawan, melalui pelabuhan Canti, Kecamatan Rajabasa.

Kapal angkutan yang biasa menjadi angkutan penyeberangan ke pulau Sebuku, pulau Sebesi, disebutnya mulai membantu pengiriman barang bantuan dan evakuasi warga yang sakit.

“Ada empat warga yang sakit dirujuk menggunakan ambulans ke rumah sakit, dan ada satu ibu yang melahirkan langsung dirujuk ke rumah sakit,” terang Ardyanto.

Selain sejumlah relawan, petugas medis dari Dokkes Polres Lamsel juga melakukan pemeriksaan terhadap ana- anak yang mendapatkan perawatan kesehatan. Sejumlah warga yang tinggal di pulau Sebesi dan Pulau Sebuku, mulai bisa mengungsi ke Pulau Sumatera.

Sebab, sebagian warga yang tinggal di dua pulau terdekat dengan Gunung Anak Krakatau (GAK) itu memiliki keluarga di wilayah Desa Canti, di Kecamatan Rajabasa.

Ardyanto yang berada di posko pengungsian sementara Desa Canti, juga mengaku memiliki kerabat yang tinggal di dusun Tejang Pulau Sebesi. Salah satu saudaranya, Mas’ud, masih bertahan di pengungsian yang ada di pulau Sebesi, meski sinyal telepon seluler tidak terjangkau. Sementara satu kerabat bernama Lenawati, warga Kunjir, Kecamatan Rajabasa, meninggal akibat tsunami dan dimakamkan di Dusun Kayu Tabu.

Lihat juga...