Karhutla, PN Kapuas Denda PT. ASP Rp2 Miliar

Ilustrasi Karhutla - Dok: CDN

PULANG PISAU – Pengadilan Negeri Kapuas, Kalimantan Tengah, memutuskan denda Rp2 miliar kepada PT Antang Sawit Perkasa, akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan di arealnya di Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

Perusahaan itu dinilai terbukti lalai, terkait kebakaran hutan dan lahan di areal perusahaan yang bersebelahan dengan kawasan hutan lindung.

“Selain denda, ada putusan tambahan yang meminta kepada perusahaan PT Antang Sawit Perkasa (ASP) untuk mengembalikan rona awal lahan yang terbakar itu,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pulang Pisau, Wartony, di Pulang Pisau, Rabu (12/12/2018).

Dalam hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah melakukan koordinasi bersama Kejaksaan Negeri setempat, dengan melibatkan akademisi dari Universitas Palangka Raya, dalam memberikan pengawasan eksekusi atas keputusan itu terhadap perusahaan.

Menurut Wartony, dari hasil paparan manajemen PT ASP, putusan tambahan untuk mengembalikan rona awal dari lahan yang terbakar telah dilaksanakan pihak perusahaan.

Kebakaran lahan ini terjadi di blok A.21 dan blok A.22 dengan luas mencapai 1,3 hektare pada 2015.

Putusan tambahan dari Pengadilan Negeri (PN) Kapuas itu, selain keharusan merehabilitasi areal yang terbakar, perusahaan juga diminta membuat sumur bor, menara pantau api, pendidikan pemadam kepada MPA dan karyawan.

Selanjutnya, menyediakan sarana dan prasarana pemadam kebakaran hingga perbaikan dan peningkatan jalan untuk memudahkan jika terjadi kebakaran.

Lihat juga...