Kartu Identitas Anak Belum Jadi Syarat Utama PPDB

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie. Foto: Muhammad Amin

BEKASI — Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie, mengatakan Kartu Identitas Anak (KIA) belum menjadi syarat utama dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di 2019. Namun demikian dia tetap mengimbau agar masyarakat tetap melakukan pembuatan KIA.

Hal tersebut menanggapi, banyak antrean masyarakat di setiap Kecamatan di Kota Bekasi, untuk melakukan pembuatan Kartu Identitas Anak, khawatir menjadi salah satu persyaratan untuk daftar sekolah.

“Ke depan KIA tetap menjadi salah satu syarat, tapi tidak menjadi syarat utama, karena masih wacana. Artinya penerapan belum dalam waktu dekat ini,” ujar Ali Fauzi, menanggapi antrean di Kecamatan untuk membuat KIA, Kamis (27/12/2018).

Terpenting dalam pendaftaran siswa di tahun ajaran baru, adalah calon peserta didik memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Itu dalam bentuk akte lahir sesuai yang tertera dalam kartu keluarga.

Namun demikian imbuhnya harus tetap melakukan pembuatan KIA di Kecamatan karena hal tersebut adalah program pemerintah. Menurutnya, ke depan dengan memiliki KIA akan lebih mempermudah calon peserta didik melakukan proses pendaftaran di sistem PPDB Online.

“Orang tua yang memiliki anak di bawah umur 17 tahun tetap dianjurkan untuk membuat KIA. Jika belum bisa dilayani tetap bersabar, sekali lagi KIA belum ditetapkan sebagai syarat masuk sekolah,”tandas Ali.

Sementara itu, sesuai data anak di Kota Bekasi diketahui mencapai 700 ribu jiwa. Blanko yang saat ini tersedia hanya 10 ribu.

“Di 2019 akan ditambah pengadaan 200 ribu blanko KIA. Jadi untuk 2019 memang masih kurang banyak,”ujar Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Jamus Riadi.

Langkah Pemkot ini agar anak usia di bawah 17 tahun segera melakukan pembuatan KIA. Sehingga jika nanti ada kebijakan dijadikan syarat daftar sekolah, orang tua atau anak telah siap dengan segala persyaratan.

Lihat juga...