Kebijakan Satu Peta Pemerintah Diharap Tak Kendur

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo - Dok. CDN

JAKARTA — DPR RI mengharapkan kebijakan Satu Peta yang telah diluncurkan oleh pemerintahan Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo tidak kendur, tetapi terus berjalan secara konsisten dan berkesinambungan ke depannya.

“Saya harap political will (kemauan politik) pemerintah dalam menjalankan Kebijakan Satu Peta ini tidak kencang di awal dan mengendur di belakang,” kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo di Jakarta, Selasa (11/12/2108).

Ketua DPR menegaskan agar kebijakan tersebut harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan tidak boleh setengah-setengah karena Kebijakan Satu Peta menunjukkan kepada dunia bahwa RI mulai bergerak maju.

Dengan adanya kebijakan itu, ujar dia, maka Indonesia akan memiliki big data tentang seluruh informasi yang memiliki unsur lokasi di permukaan, di dalam, maupun di atas bumi Nusantara.

“Menjelang 74 tahun kemerdekaan Indonesia, akhirnya kita punya satu peta yang bisa dijadikan acuan dalam mengambil berbagai kebijakan,” paparnya.

Ia berharap dengan kebijakan tersebut maka akan meningkatkan kepastian usaha terkait lokasi, peruntukan, zonasi lahan juga semakin jelas dan memudahkan proses perizinan usaha.

Sementara itu Presiden Joko Widodo menyatakan Program Satu Peta yang sudah efektif akan dapat menghapus urusan perizinan dalam kegiatan bisnis.

“Ke depan, urusan perizinan, dengan adanya peta digital ini, tidak perlu lagi yang namanya izin lokasi, untuk apa pakai izin-izin lokasi, sudah ketahuan semuanya kok,” kata Presiden Jokowi ketika meluncurkan Geoportal Kebijakan Satu Peta dan Buku Kemajuan Infrastruktur Nasional 2018 di Jakarta, Selasa.

Menurut Presiden, prosedur perizinan justru akan membuat ruwet masalah upaya mendorong perkembangan dunia usaha.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Zainal Abidin. Ia mengungkapkan Kebijakan Satu Peta (KSP) atau One Map Policy bisa membuat iklim investasi berjalan lebih baik.

“Jika masalah tumpang tindih (lahan) seperti sebelumnya disebut oleh bapak Presiden sudah selesai, investor akan lebih tertarik untuk menanamkan investasi. Jadi iklim investasi dapat berjalan dengan baik, itu dari sisi ekonomi,” ujar Hasanuddin.

Dia menjelaskan bahwa dalam kondisi ekonomi digital saat ini, dengan kehadiran peta digital dan sebagainya menjadi lebih mudah untuk bergerak. (Ant)

Lihat juga...