Kejari Batang Selamatkan Uang Negara Rp1,4 Miliar

Ilustrasi logo Kejaksaan - foto dokumentasi CDN

BATANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Batang, Jawa Tengah, hingga pertengahan Desember 2018 telah menyelamatkan uang negara Rp1,4 miliar.

Kepala Kejari Batang Nova Elida Saragih, mengatakan, uang negara yang dapat diselamatkan itu, antara lain berasal dari perkara di RSUD Batang, dana renovasi kantor Balai Desa Simbangdesa, dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Perkara itu terjadi karena ada kelebihan pembayaran, namun ada niat baik untuk mengembalikan uang negara. Mekanisme ini, ada payung hukumnya, sehingga tidak sampai penuntutan, sehingga kami utamakan mengembalikan kerugian negara dan perkara dihentikan,” ungkapnya, Minggu (16/12/2018).

Rincian uang negara yang dapat diselamatkan,  pada perkara di RSUD Batang Rp800 juta. Kegiatan pembangunan Balai Desa Simbangdesa Kecamatan Tulis Rp124 juta, dan dana BOS Rp500 juta. Selain dapat menyelamatkan uang negara sebanyak Rp1,4 miliar, kejari juga telah menyidangkan perkara korupsi lain yaitu kasus pada Simpan Pinjam Perempuan (SPP) PNPM 2016, dengan kerugian Rp686 juta.

Kasus tersebut dengan tersangka Kartini. Perkara Dana Desa (DD) 2015-2017 Desa Sumurbanger Rp300 juta dengan tersangka Minal Khosirin. “Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan, dan sudah memasuki proses persidangan. Oleh karena, kami berpesan pada semuanya agar bisa menjauhi korupsi karena hal itu membahayakan kehidupan bangsa,” katanya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo, mengatakan, anggota dewan mendukung gerakan kejaksaan dalam upaya memberantas korupsi di daerah. Pemberantasan korupsi, tidak hanya dilakukan oleh pihak kejaksaan, namun juga harus ditopang oleh berbagai elemen, baik yudikatif, eksekutif dan legislatif. “Sinergi ini harus terjadi dimulai dengan terjalinnya komunikasi yang baik demi terwujudnya Kabupaten Batang tanpa kasus korupsi,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...