KEK Galang Batang di Bintan Diresmikan

316
Menteri Koordinator Bidang Perkonomian, Darmin Nasution - Dok. CDN

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau. KEK Galang Batang, diyakini dapat meraih investasi sebesar Rp36,25 triliun.

“KEK Galang Batang, diproyeksikan menjadi kawasan dengan kegiatan utama, antara lain Industri aluminium dan turunannya, dengan perkiraan investasi sebesar Rp36,25 triliun,” kata Darmin, Sabtu (8/12/2018).

Darmin, yang juga Ketua Dewan Nasional KEK mengharapkan, kegiatan investasi di KEK Galang Batang dapat mendorong aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Sehingga akhirnya bisamenyerap tenaga kerja yang diperkirakan dapat mencapai 23.200 orang. Untuk itu, keterlibatan masyarakat sekitar, atas pengelolaan KEK Galang Batang, diharapkan dapat dijembatani untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

Peran Dewan Kawasan KEK Galang Batang dibutuhkan, untuk mendorong nilai tambah, dan rantai nilai dari aktivitas di KEK, melalui pelibatan dan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya secara optimal. “Keterlibatan masyarakat atas dunia usaha di wilayah perlu ditingkatkan melalui link and match pendidikan dan kewirausahaan,” tambah Darmin.

Upaya tersebut, diwujudkan melalui penyiapan, peningkatan dan keterlibatan SDM lokal. Sehingga akan terbangun simbiosis konstruktif bagi stakeholders, dan menghindari lahirnya benih konflik. Catatan, realisasi investasi di KEK Galang Batang, hingga triwulan III-2018, telah mencapai Rp5,6 triliun. Diantaranya, pembangunan pelabuhan dengan dermaga sebesar Rp951 miliar, serta pembangunan pengolahan aluminium berkapasitas produksi dua juta ton per tahun senilai Rp1,65 triliun.

Kemudian, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) tahap I berkapasitas 6×25 MW yang ditargetkan selesai pada 2021 senilai Rp1,93 triliun. Selain itu, terdapat pembangunan DAM untuk penyimpanan air berkapasitas 7.518.000 m3 senilai Rp196 miliar dan pembangunan Brick Factory dan Coal Gas sekitar Rp870 miliar. Semua investasi dan pembangunan sarana infrastruktur tersebut, dilakukan oleh PT Bintan Alumina Indonesia selaku pengusul KEK Galang Batang.

KEK Galang Batang telah ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) No.42/2017, pada 12 Oktober 2017 yang menjadikan kawasan ini paling cepat beroperasi, dengan jangka waktu hanya 14 bulan. Kegiatan utama KEK tersebut adalah industri pengolahan bauksit dan logistik, dengan luas lahan 2.333 hektare. Berbagai sarana infrastruktur yang telah terbangun dalam KEK antara lain jalan kawasan beserta drainase yang telah terbangun sepanjang 2,6 kilometer dari target sepanjang delapan kilometer serta gerbang kawasan.

Kemudian, instalasi jaringan air bersih pada area perkantoran, yang menggunakan sumur pompa berkapasitas 60 liter per detik. Selanjutnya, kebutuhan air bersih akan dipenuhi melalui penyimpanan air berkapasitas 7.518.000 meter kubik. Terdapat juga kantor administrator dan kantor pengelola KEK, fasilitas keamanan, fasilitas sistem persampahan dan pemadam kebakaran yang disediakan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bintan.

Kawasan ini juga telah terpasang daya sebesar 0.8 MVA dari PLN di kantor administrator KEK Galang Batang dan dalam tahap penyambungan listrik dengan kapasitas 2×1.3 MW dari PLN. Listrik di kawasan akan ikut didukung oleh pembangkit listrik berkapasitas 6×25 MW, yang ditargetkan terbangun pada 2021.

Bagi para investor di KEK, pemerintah telah memberikan insentif fiskal dan non fiskal, yang lebih menarik dibanding dengan insentif di luar KEK. Dalam waktu dekat, terdapat tiga KEK lagi yang akan dioperasikan pada awal 2019, yaitu KEK Arun Lhokseumawe, KEK Bitung dan KEK Morotai.

Direktur PT Bintan Alumina Indonesia, Santoni, mengharapkan, nilai investasi, pembangunan dan pengembangan KEK Galang Batang akan terus meningkat. Targetnya hingga mencapai lima miliar dolar AS, dalam sepuluh tahun ke depan. Hasil proyeksinya, investasi itu akan menyumbang dampak positif terhadap perekonomian wilayah dan juga perekonomian nasional pada umumnya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...