Kelas Perahu Pangkep Turunkan Anak Putus Sekolah 51 Persen

JAKARTA — Inovasi bidang pendidikan berupa Kelas Perahu yang diterapkan di Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, berhasil menurunkan jumlah anak putus sekolah SD dan SMP sebesar 51,9 persen.

“Kami dapat turunkan sampai dengan 51,9 persen angka putus sekolah,” kata Kepala Bidang Guru dan Tenaga Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep, Rukmini di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Kelas Perahu di kecamatan tersebut dimulai sejak 2016. Hingga 2018, jumlah siswa yang mengikuti Kelas Perahu di Kecamatan Liukang Tuppabiring Utara mencapai 200 siswa yang berasal dari 19 sekolah dasar (SD) dan 7 sekolah menengah pertama (SMP).

Rukmini menjelaskan, Kelas Perahu adalah program yang diadakan Dinas Pendidikan Kabupaten Pangkep untuk mempermudah anak-anak nelayan di wilayah kepulauan dalam memperoleh layanan pendidikan.

Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri melalui bimbingan khusus dan lembar kerja siswa (LKS) yang diberikan oleh guru kepada siswa sebelum siswa melaut.

“Guru memberikan LKS ke siswa yang dapat dikerjakan saat siswa melaut. Sepulangnya dari melaut, LKS kembali diserahkan ke guru untuk dinilai. Kemudian akan diberi tugas lagi sebelum anak-anak melaut,” katanya.

Lihat juga...