Kelestarian Hiu Perlu Pengawasan Ketat

274
Ilustrasi hiu - Foto Dokumentasi CDN

JAKARTA – Peneliti dari lembaga Conservation International Indonesia, Abraham Sianipar, mengatakan, perlu adanya pengawasan dan patroli ketat, dari seluruh pemangku kepentingan, untuk menjaga keletarian hiu.

Hal itu, untuk menghindarkan ikan tersebut dari praktik perburuan liar. “Lagi-lagi, kita lihat sebagai pengingat, walaupun kita melihat ada peraturan perlindungan untuk spesies hiu dan pari di Kabupaten Raja Ampat, tetapi tentunya setelah ada peraturan ini, harus diikuti oleh pengawasan dan patroli yang ketat,” kata Abraham, Sabtu (8/12/2018).

Ditemukannya 11 bangkai hiu tanpa sirip yang terapung di atas sebuah rakit, di perairan Kepulauan Pam Waigeo Barat di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, menambah daftar kejadian tidak ramah terhadap kelestarian hewan itu. Padahal, keberadaan hiu di lautan, mendorong lebih banyak ikan lain hidup di perairan. “Manfaat hiu itu jauh lebih besar saat mereka (hiu) hidup sebenarnya, sebagai aset pariwisata di Raja Ampat maupun juga hiu itu di laut. Hiu itu sebagai hewan yang menjaga ekositem laut,” tuturnya.

Abraham mengatakan, manfaat hiu telah dirasakan, khususnya di daerah pariwisata yang masyarakatnya sudah maju. Yaitu masyarakat yang mengerti, bahwa apabila hiu dijaga secara hidup dan lestari di laut, maka ikan itu akan memainkan perannya sebagai regulator di laut. Hiu akan menjaga biomassa ikan-ikan ekonomis penting, dan juga sebagai aset pariwisata.

“Saat masyarakat melihat manfaat itu, maka akan lebih tergerak untuk melindungi hewan-hewan ini, karena kelompok hiu itu secara umum merupakan hewan yang laju pertumbuhan dan perkembangannya cukup rendah. Jadi, hampir semua jenis hiu rentan terhadap kepunahan, jadi dia tidak bisa bereproduksi cepat,” katanya.

Abraham menyebut, penyadartahuan masyarakat luas di Indonesia, untuk berpartisipasi menjaga keberlanjutan hidup hiu di perairan masih dibutuhkan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...