Kemampuan Destana Hadapi Bencana Perlu Ditingkatkan

Ilustrasi -Dok: CDN

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, mendorong peningkatan kemampuan masyarakat Desa Tangguh Bencana, dalam menghadapi bencana yang rawan terjadi.

“Kalau desa tangguh bencana (destana) di Bantul itu insyaallah sudah siap, ketika menghadapi bencana, dan ini yang perlu terus kita dorong dari sisi kemampuan masyarakat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul, Dwi Daryanto, di Bantul, Jumat (14/12/2018).

Menurut dia, sekarang ini di Bantul sudah ada 28 desa tangguh bencana dari total 75 desa se-Bantul, dalam setiap desa itu sudah ada forum pengurangan risiko bencana (FPRB), yang jumlah anggotanya atau relawan bervariatif minimal sekitar 40 orang.

Dia mengatakan, relawan dan masyarakat yang tergabung dalam forum tersebut, merupakan kekuatan dan kemandirian desa itu dalam menghadapi atau mewaspadai setiap potensi bencana yang akan terjadi, sehingga kemampuan dan kapasitasnya perlu terus ditingkatkan.

“Dengan pelatihan yang sering kita adakan itu, agar mereka paham. Dan, diadakan lomba destana beberapa waktu lalu itu dengan tujuan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat, agar mandiri dalam menghadapi bencana,” katanya.

Dwi menjelaskan, urusan dalam mengurangi risiko dan dampak agar tidak menimbulkan korban maupun kerugian materiil saat terjadi bencana, sangat dipengaruhi kesiapan relawan FPRB sebagai ujung tombak di masyarakat, ketika wilayahnya terdampak bencana.

“Kalau untuk dana dalam meningkatkan kemampuan masyarakat terkait bencana, saya kira tidak masalah, karena kalau kita mampu menjawab tantangan, saya kira dari pemerintah desa juga mendukung itu,” katanya.

Dwi Daryanto berharap, pemerintah desa melalui anggaran desa bisa membangun infrastruktur maupun kegiatan untuk meningkatkan kemampuan masyarakatnya, dalam mengurangi risiko bencana, asal bisa dipertanggungjawabkan.

“Dana desa untuk kegiatan kemanusiaan tidak ada masalah, dan saya kira bisa dipertanggungjawabkan, jadi desa tidak perlu takut gunakan anggaran desa, kalau arahnya ke mitigasi struktural itu malah bagus,” katanya. (Ant)

Lihat juga...