Kemenlu Matangkan Kerja Sama ASEAN dengan Blok Indo-Pasifik

JAKARTA — Indonesia meyakini kerja sama antarnegara anggota ASEAN maupun dengan blok-blok kerja sama kawasan yang lain dalam lingkup Indo-Pasifik, dapat direalisasikan.

“Kami yakin tahun depan Indonesia bisa merealisasikannya. Kita bisa membuktikan bahwa kerja sama di ASEAN mengenai Indo-Pasifik dapat dilaksanakan,” kata Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI, Jose Tavares, dalam Temu Diplomatik ASEAN di Jakarta, Selasa petang (11/12/2018).

Ia mengharapkan dapat disetujui dan disampaikan saat pernyataan bersama para kepala negara pada KTT ASEAN ke-34 di Thailand tahun depan.

Konsep ASEAN mengenai Indo-Pasifik atau ASEAN’s Indo-Pacific akan dikembangkan melalui kemitraan dengan beberapa blok kerja sama di kawasan seperti Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) dan Forum Dialog Pasifik Barat Daya (SwPD).

“Selama kerja sama itu untuk kepentingan bersama, kenapa tidak,” kata Jose.

Presiden Joko Widodo saat memaparkan konsep Indonesia mengenai Indo-Pasifik dalam KTT Asia Timur di Singapura pada November lalu menyebut Samudra Pasifik dan Samudra Hindia sebagai single geo-strategic theatre.

Konsep kerja sama Indo-Pasifik yang dipromosikan Indonesia, dan ditanggapi positif oleh negara-negara anggota ASEAN, menjunjung tinggi prinsip inklusivitas, transparansi, keterbukaan, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Konsep ini akan dikembangkan dengan mengedepankan sentralitas ASEAN dan pembangunan yang komprehensif. Untuk membahas lebih lanjut pengembangan konsep ini, Indonesia akan menyelenggarakan Dialog Maritim Indo-Pasifik di Jakarta tahun depan.

Menurut Direktur Kerja Sama Intra Kawasan dan Antar Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Andre Omer Siregar, dialog tersebut akan menjembatani berbagai pandangan mengenai konsep Indo-Pasifik dan memperluas kolaborasi tanpa dibatasi oleh blok tertentu.

“Jadi dalam acara tahun depan kita bisa berbagi pandangan dan berbicara tentang isu-isu maritim, termasuk di antaranya keamanan maritim,” ujar Andre di sela-sela Panel Tingkat Tinggi IORA di Bali, Jumat (7/12).

Selain keamanan maritim dan kejahatan lintas negara juga terdapat isu lain yang bisa diperhatikan oleh negara-negara di kawasan Pasifik seperti perubahan iklim dan manajemen perikanan. (Ant)

Lihat juga...