Kemensos Kerahkan Tagana ke Daerah Terdampak Bencana

JAKARTA  – Kementerian Sosial mengerahkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) ke daerah terdampak bencana tsunami di Banten dan Lampung serta membangun dapur umum bagi warga yang mengungsi untuk menghindari dampak gelombang tinggi.

“Fokus Kementerian Sosial pada saat ini adalah mengaktifkan sistem penanggulangan bencana bidang perlindungan sosial, mengerahkan Tagana dan relawan sosial, pemberian bantuan pemenuhan kebutuhan dasar dan pelayanan sosial lainnya. Serta advokasi dan layanan dukungan psikososial,” kata Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan, tim Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kementerian Sosial telah menurunkan Tagana untuk mendukung evakuasi dan mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan makanan dan minuman warga yang mengungsi.

“Sementara untuk pengiriman logistik tahap pertama akan dilaksanakan pagi ini setelah koordinasi dengan Dinas Sosial dan Tagana Provinsi Banten dan Lampung,” demikian ia melanjutkan.

Ia mengatakan, sesaat setelah bencana, Tagana Banten dan Lampung melakukan penyisiran ke lokasi terdampak, dan bahu-membahu melakukan evakuasi bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, sukarelawan dan warga.

Selanjutnya pemerintah akan mengirimkan bantuan dari Gudang Pusat Bekasi ke Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Dinas Sosial Provinsi Banten.

Bantuan yang akan dikirim meliputi makanan, peralatan evakuasi, peralatan keluarga, sandang dan selimut, dan perlengkapan Tagana.

Selain itu pemerintah akan mengirim bantuan tenda serbaguna keluarga, tenda gulung, velbed dan kasur untuk warga yang mengungsi.

Tsunami menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan, pada Sabtu malam (22/12).

Hingga Minggu (23/12) pukul 04.30 WIB, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana, tsunami itu telah menyebabkan 20 orang meninggal dunia, 165 orang luka-luka, dua orang hilang dan puluhan bangunan rusak.

Jumlah korban kemungkinan masih akan terus bertambah karena pendataan belum menjangkau seluruh daerah terdampak. (Ant)

Lihat juga...