Kenaikan UMK di Penajam Dikhawatirkan Berdampak PHK

Ilustrasi. Ribuan pencari kerja di sebuah job fair. Dok: CDN

PENAJAM — Kenaikan upah minimum kabupaten 2019 dikhawatirkan berdampak terhadap pengurangan karyawan atau pemutusan hubungan kerja di perusahaan besar maupun kecil yang beroperasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Penetapan UMK (upah minimum kabupaten) 2019 yang naik Rp311.000 menjadi Rp3.100.000 bisa menyulitkan perusahaan, apalagi kondisi ekonomi saat ini sedang lesu,” kata Sekretaris Dewan Pengupahan Kabupaten Penajam Paser Utara Ismail ketika ditemui di Penajam, Rabu (19/12/2018).

“Akhir-akhir ini dunia usaha sedang lesu, sehingga ada kekhawatiran bakal kembali terjadi PHK (pemutusan hubungan kerja) akibat kenaikan UMK,” ujarnya.

Ismail memprediksi PHK akan terjadi pada Januari, Februari atau Maret 2019, karena perusahaan baru melakukan pembayaran gaji kepada karyawan atau pekerja sesuai UMK 2019.

Namun ia belum bisa memprediksi berapa banyak pekerja yang terkena PHK pada 2019, dan hingga kini sudah ada sejumlah perusahaan yang mengirimkan surat penangguhan pemberlakuan UMK 2019 kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lihat juga...