Keprihatinan Iringi Misa Malam Natal di Lampung Selatan

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Suasana keprihatinan, diungkapkan dalam perayaan Misa Malam Natal 2018, umat Katolik unit Pastoral Bakauheni, Lampung Selatan. Pastor Wolfram Safari, Pr pemimpin perayaan Misa Malam Natal menyebut, keprihatinan Gereja Katolik, karena adanya bencana gelombang pasang tsunami di Selat Sunda, yang melanda Lampung dan Banten.

Pastor Wolfram Safari,Pr pemimpin Misa Malam Natal di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Pastor Wolfram menyebut, keprihatinan tersebut berasal dari Paus Fransiskus, sebagai pemimpin umat Katolik dunia. Pada perayaan Malam Natal, keprihatinan telah disampaikan gereja melalui doa, serta bantuan bagi korban bencana tsunami. Keprihatinan tersebut sebagai ajakan, untuk memberikan bantuan, dalam berbagai bentuk kepada korban bencana alam yang ada di sekitar wilayah gereja.

Bencana alam yang terjadi, menjadi peringatan untuk selalu mendekatkan diri pada sang pencipta. “Keprihatinan gereja tentu ditujukan kepada seluruh korban bencana alam terutama di wilayah Lampung Selatan, sebagai lokasi terdampak dimana umat Katolik juga berada dekat dengan lokasi terjadinya bencana,” terang pastor Wolfram Safari, dalam perayaan malam Natal di gereja Santo Petrus dan Paulus Pasuruan, Senin (24/12/2018) malam.

Pastor Wolfram menyebut, perhatian dari gereja di Indonesia, juga mengalir melalui doa bagi warga Lampung Selatan. Kepedulian kepada korban bencana, bisa diberikan dengan menjadi sukarelawan, yang ikut membantu penggalangan dana. Termasuk mengalang berbagai bentuk bantuan lain, bagi korban bencana alam di pesisir Lampung Selatan. Bencana yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa, menjadi cara untuk memberikan kepedulian kepada sesama.

Lihat juga...