Kerja Sama Penanggulangan Terorisme Indonesia-Australia Diperpanjang

84
Logo BNPT - Dok. CDN

JAKARTA — Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Australia memperpanjang kerja sama dalam bidang penanggulangan terorisme.

Perpanjangan kerja sama dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan Duta Besar untuk Penanggulangan Terorisme Australia Paul Folley dalam pertemuan bertajuk “Consultation and Signing Ceremony of the MoU on Countering Terrorism and Violent Extremism” di Yogyakarta, Jumat (7/12/2018).

Turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman itu perwakilan dari lembaga-lembaga terkait penanggulangan terorisme di Indonesia, antara lain BIN, Kemenko Polhukam, PPATK, Kementerian Luar Negeri, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Bais TNI, dan Densus 88.

“Hari ini kita perpanjang kerja sama bilateral Indonesia dan Australia sekaligus saling bertukar informasi dan pandangan terkait dengan penanggulangan terorisme di masing masing negara,” kata Kepala BNPT dikutip dari siaran pers.

Kerja sama bilateral penanggulangan terorisme BNPT dengan Australia dilakukan sejak tahun 2015. Perpanjangan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi hubungan kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

Menurut Suhardi, faktor pencegahan lebih diutamakan daripada faktor penegakan hukum sehingga dibutuhkan pertukaran informasi di antara kedua negara yang melibatkan berbagai macam kementerian dan lembaga. Hal ini akan sangat membantu kedua negara dalam hal pencegahan dan identifikasi jaringan terorisme.

“Tidak ada satu pun negara yang imun terhadap terorisme. Oleh karena itu, kita butuh kerja sama baik secara bilateral, regional, maupun global dan ini kita sudah lakukan bersama dengan Australia,” katanya.

Sementara itu, Paul Folley mengungkapkan bahwa hubungan Indonesia dan Australia sudah berjalan dengan baik sampai pada tahap kerja sama strategi komprehensif.

“Lewat diskusi tadi kita saling bertukar pengalaman dan kami sama-sama setuju bahwa kita butuh pendekatan yang komprehensif dalam penanggulangan terorisme yang melibatkan masyarakat dan pemerintah,” ujar Folley.

Pertemuan delegasi Indonesia dan Australia dalam pertemuan itu antara lain membahas strategi nasional penanggulangan terorisme, UU Terorisme Indonesia terbaru, penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan, dan pendanaan terorisme.

Paul Folley selaku ketua delegasi Australia juga memberikan selamat kepada Indonesia atas disahkannya UU Anti Terorisme yang baru.

Ia berharap di bawah naungan UU tersebut kerja sama kedua negara ini semakin kuat sehingga bisa terus menjaga Indonesia, Australia, dan wilayah sekitarnya aman dari ancaman terorisme. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...