Kerja Sama Penanggulangan Terorisme Indonesia-Australia Diperpanjang

Logo BNPT - Dok. CDN

JAKARTA — Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Australia memperpanjang kerja sama dalam bidang penanggulangan terorisme.

Perpanjangan kerja sama dituangkan dalam nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan Duta Besar untuk Penanggulangan Terorisme Australia Paul Folley dalam pertemuan bertajuk “Consultation and Signing Ceremony of the MoU on Countering Terrorism and Violent Extremism” di Yogyakarta, Jumat (7/12/2018).

Turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman itu perwakilan dari lembaga-lembaga terkait penanggulangan terorisme di Indonesia, antara lain BIN, Kemenko Polhukam, PPATK, Kementerian Luar Negeri, Kejaksaan Agung, Kementerian Hukum dan HAM, Bais TNI, dan Densus 88.

“Hari ini kita perpanjang kerja sama bilateral Indonesia dan Australia sekaligus saling bertukar informasi dan pandangan terkait dengan penanggulangan terorisme di masing masing negara,” kata Kepala BNPT dikutip dari siaran pers.

Kerja sama bilateral penanggulangan terorisme BNPT dengan Australia dilakukan sejak tahun 2015. Perpanjangan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi hubungan kedua negara dalam menanggulangi terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan.

Menurut Suhardi, faktor pencegahan lebih diutamakan daripada faktor penegakan hukum sehingga dibutuhkan pertukaran informasi di antara kedua negara yang melibatkan berbagai macam kementerian dan lembaga. Hal ini akan sangat membantu kedua negara dalam hal pencegahan dan identifikasi jaringan terorisme.

Lihat juga...