Kerusakan Jembatan Tidak Halangi Murid di Penengahan Ikuti Ujian Semester

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

130

LAMPUNG — Jembatan rusak akibat banjir bukan halangan bagi pelajar di Desa Ruang Tengah untuk tetap bersekolah. Mereka tetap berangkat sekolah meski harus berjalan di antara tumpukan material perbaikan.

Budi Santoso, Kepala UPTD Pengujian Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Penengahan Dinas PUPR Lamsel. Foto: Henk Widi

Astuti, salah satu orangtua murid yang duduk di kelas 6 SD menyebutkan, akibat banjir pada Sabtu (1/12) talud jembatan sungai Way Asahan jebol. Imbasnya akses jembatan penghubung dua desa terputus.

Astuti menyebutkan,  sejak Senin (3/12) hingga Selasa (4/12) para murid yang akan berangkat ke sekolah harus melintasi tanah timbunan di bagian jembatan.

“Saya tetap mengantar anak saya sekolah agar tetap bisa mengikuti ujian terutama dalam kondisi hujan, kuatir akan ada banjir susulan serta jembatan dalam tahap pengerjaan,” terang Astuti saat ditemui Cendana News, Kamis (6/12/2018)

Astuti mengaku, saat hari biasa dengan kondisi kerusakan sebagian murid tidak bersekolah. Namun memasuki ujian semester ganjil, sebagian orang tua memilih untuk mengantar anaknya dan menggendong untuk menyeberangi sungai Way Asahan.

“Sebelum jembatan selesai diperbaiki beberapa orangtua menyeberangkan anaknya dengan cara menggendong melintasi sungai,” beber Astuti.

Heni, salah satu murid kelas 5 yang pulang seusai mengikuti ujian semester menyebut sudah bisa melintasi jembatan. Beberapa hari sebelumnya, ia dan kawan kawannya harus turun ke sungai menyeberang.

Saat akan berangkat dan pulang sekolah ia bahkan menunggu beberapa orang dewasa yang bisa menyeberangkan melalui sungai Way Asahan.

“Jembatan yang sekarang dibangun lebih baik dari sebelumnya tetapi sempat diterjang banjir dan kini sudah mulai bisa dilintasi,” terang Heni.

Terkait perbaikan bagian jembatan Way Asahan, Aris, pelaksana teknis mengaku perbaikan sudah memasuki tahap akhir. Sejumlah pekerja disebutnya memperbaiki bagian talud sekaligus menimbun bagian yang jebol.

Pembangunan talud  dipertebal satu meter dibandingkan konstruksi sebelumnya. Akses jalan yang tergerus air bahkan ditimbun dengan semen dan material batu untuk mempermudah akses masyarakat.

“Semenjak ada akses jalan tol jembatan ini menjadi jalur pintas bagi siswa sekolah dan masyarakat jadi harus cepat diperbaiki setelah diterjang banjir,“ tegas Aris.

Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah Pengujian Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Penengahan, Dinas PUPR Lampung Selatan, Budi Santoso menyebut perbaikan kerusakan jembatan segera dilakukan.

Selain sebagai akses utama warga untuk menuju ke wilayah desa lain para siswa sekolah mempergunakan jembatan tersebut untuk menuju sekolah.

Selain perbaikan jembatan Way Asahan akses jalan yang tertutup longsor di Desa Way Kalam menuju Desa Banjarmasin juga telah diperbaiki bersama masyarakat secara gotong royong.

Baca Juga
Lihat juga...