Kerusuhan Rompi Kuning Paris, Rugikan Negara Tiga Juta Euro

172
Ilustrasi peta wilayah Prancis - Foto: Istimewa

PARIS – Kerugian yang terjadi karena aksi protes rompi kuning, akhir pekan lalu di Paris, diperkirakan mencapai 3 juta Euro hingg 4 Juta Euro atau setara dengan 3,4 juta Dolar Amerika Serikat hingga 4,5 juta dolar Amerika Serikat.

“Paris, menderita kerugian antara tiga dan empat juta euro,” ujar Anne Hidalgo, Wali Kota Paris.

Ribuan pemrotes rompi kuning, berkumpul di Paris dan beberapa kota besar lain di Prancis, untuk memprotes kebijakan pajak bahan bakar yang dikeluarkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dianggap kontroversial. Demonstran yang biasanya tinggal di daerah pedesaan, karena tingginya biaya sewa rumah di kota besar, menyeru kepada Macron, agar memangkas pajak bahan bakar, dan membuat pengaturan ekonomi untuk meringankan hidup mereka.

(Baca: https://www.cendananews.com/2018/12/cegah-rusuh-kembali-prancis-pertimbangkan-keadaan-darurat.html).

Polisi Prancis, pada Sabtu (1/12/2018) menindas pemrotes di sekitar Champs-Elysees, dengan menggunakan gas air mata dan semprotan air. Pengunjuk-rasa membakar sejumlah kendaraan dan tong sampah serta melempari polisi dengan batu dan botol. Dalam kerusuhan tersebut, dua orang telah tewas, sementara 1.043 orang lagi, termasuk 222 personel pasukan keamanan, mengalami cedera, dan sebanyak 1.424 orang ditangkap.

Menurut jajak pendapat baru-baru ini, 84 persen orang Prancis, kebanyakan dari kelompok berpenghasilan menengah, mendukung aksi protes itu. Selama setahun belakangan, harga bahan bakar di Prancis telah naik lebih dari 20 persen.

Sementara itu, Macron telah menunda kunjungannya ke Serbia gara-gara protes rompi kuning di Prancis. Hal itu diungkapkan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic. Macron, dijadwalkan pergi ke Serbia pada 5 Desember, tapi Dia menunda kunjungannya ke negara Balkan tersebut. Dalam sebuah pernyataan, Vucic ,mengatakan Macron memberitahunya melalui telepon, bahwa Dia telah menunda rencana kunjungan ke Beograd, karena protes pajak bahan bakar yang berlangsung di Prancis. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...