Kesempatan Kedua Posdaya Hidayah Menyalurkan Tabur Puja

Editor: Mahadeva WS

Ketua Posdaya Hidayah Ningsih/Foto: M. Noli Hendra 

PADANG – Keputusan Koperasi Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, memberikan bantuan melalui unit usaha Tabur Puja kepada Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) Hidayah berhasil. Kini, program Tabur Puja Posdaya Hidayah berjalan dengan baik.

Ketua Posdaya Hidayah, Ningsih, mengatakan, kesempatan yang diberikan KSU Derami kepada Posdaya Hidayah, adalah kebijakan yang sangat baik. Upaya untuk menghadirkan kembali Tabur Puja, yang sempat terhenti selama setahun akibat tingginya tunggakan pinjaman, harus diapresiasi. “Satu tahun dihentikannya pencairan Tabur Puja di Posdaya Hidayah, merupakan pembelajaran bagi pengurus Posdaya. Saya mengakui ada kelalaian dari Posdaya, yakni kontrol yang masih lemah. Ke depan kesalahan dan kelamahan yang dimiliki, menjadi pembelajaran bagi pengurus,” katanya, Sabtu (15/12/2018).

Menurutnya, satu tahun tanpa adanya Tabur Puja, adalah waktu yang cukup panjang bagi Posdaya Hidayah. Sebelumnya, dengan Tabur Puja, usaha milik masyarakat terlihat tumbuh dengan baik. Namun semenjak Tabur Puja dihentikan, Posdaya Hidayah mulai merasakan, masyarakat kurang mampu masih membutuhkan Tabur Puja.

Keberadaan masyarakat yang tidak jujur, saat membayar pinjaman, menjadi titik awal dihentikannya Tabur Puja di Posdaya Hidayah. Kini, dengan adanya kesempatan yang diberikan oleh KSU Derami, Tabur Puja kembali menjangkau masyarakat di Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

“Sekarang semenjak Tabur Puja kembali ada di Posdaya Hidayah, setelah dua bulan berjalan, telah ada 50 anggota baru yang mendapatkan pinjaman modal usaha. 50 orang anggota itu, benar-benar akan dikontrol, sehingga tidak terjadi kembali tunggakan kredit,” ujarnya.

Keberadaan 50 anggota baru, pada penutupan 2018, dari catatan di Posdaya Hidayah, tidak ada tunggakan atau nol NPL. Hal ini merupakan komitmen Posdaya terhadap KSU Derami, bahwa kesempatan kedua ini benar-benar dijadikan evaluasi untuk bekerja lebih baik. Terutama untuk membantu masyarakat, dalam hal pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah Padang Timur. Pada kesempatan kedua ini, Posdaya Hidayah menerapkan pengamatan dengan jeli sebelum memberikan persetujuan pengajuan pinjaman modal usaha.

Salah satu cara yang dilakukan dengan mengecek pembukuan Tabur Puja lama. Apabila ditemukan orang yang sama, dengan yang tidak membayar pinjaman modal usaha, Asisten Kredit (AK) tidak akan menyetujui pengajuan tersebut. Selain itu, dilakukan pula pengecekan usaha yang dijalani calon peminjam. Apabila usaha berjalan dan berkembang dengan baik, berkesempatan mendapatkan pinjaman modal usaha.

“Tujuan adanya hal-hal tersebut, supaya pembukuan Posdaya Hidayah pada tahun depan, benar-benar bersih dari kata tunggakan kredit. Sebenarnya bukannya saya keras, karena cukup sudah di tahun lalu yang membuat Posdaya Hidayah dihentikan pencairan Tabur Pujanya. Pembalajaran tidak akan menjadi jebakan di masa yang akan datang. Jadi belajar dari keselahan, dan membuat langkah dan kebijakan tepat di masa mendatang,” pungkasnya.

Lihat juga...