Ketua KY Tepis Ada Ketegangan Antara KY dan MA

Editor: Koko Triarko

158
Ketua KY, Jaja Ahmad Jayus -Foto: M Hajoran
JAKARTA – Ketua Komisi Yudisial (KY), Jaja Ahmad Jayus, mengaku tidak ada ketegangan dan masalah antara lembaga KY dan Mahkamah Agung (MA), terkait dilaporkannya Juru Bicara KY, Farid Wajdi, oleh 64 hakim MA ke Polda Metro Jaya, berapa waktu lalu.
Pernyataan Farid di salah satu media bertajuk “Hakim di Daerah Keluhkan Iuran”, yang kini berujung perkara, akan tetap ditindaklanjuti oleh KY secara kelembagaan.
“Secara kelembagaan, lembaga tetap berjalan proses. Kalau ada laporan yang berkaitan dengan itu, hasil investigasi yang berkaitan dengan itu (pernyataan Farid), tetap jalan secara kelembagaan dan hubungan KY dan MA juga biasa saja. Kemarin saya bertemu dengan Ketua MA, santai saja,” kata Jaja, di Gedung KY, Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Jaja mengatakan, KY akan menampung temuan yang menyebutkan ada iuran yang ditetapkan untuk acara teknis para hakim. Tetapi, pihaknya berniat mendorong kasus ini sebagai sengketa pers terlebih dahulu.
“Sikap KY tentunya melakukan suatu langkah pandangan ke dewan pers. Maka, itu sengketa pers, itu yg menjadi pegangan kita. Kita akan sesuai surat dari Dewan Pers, bahwa itu adalah sengketa pers,” ungkapnya.
Lebih jauh, Jaja mengatakan, pihaknya hanya menjalankan tugas sesuai dengan yang diamanatkan aturan perundang-undangan, untuk menjaga keluhuran, martabat dan perilaku hakim.
“Kalau ada laporan terkait adanya pelanggaran kode etik tersebut, tentu KY mempunyai kewenangan untuk melakukan pengawasan. Apakah laporan tersebut benar atau tidak, dengan melakukan pemeriksaan saksi,” sebutnya.
Farid Wajdi sendiri sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Pihak kepolisian menyatakan telah meningkatkan kasus ini ke tahap penyidikan.
Farid dilaporkan dengan dua surat berbeda, dengan nomor LP/4965/IX/2018/PMJ/Dit.reskrimum dengan pelapor atas nama Syamsul Maarifm dan LP/4965/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimum dengan pelapor atas nama Cicut Sutiarso.
Farid diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat (2), atau Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3), UU No.19/2016 tentang UU ITE, serta Pasal 310 atau 311 KUHP tentang menyerang kehormatan dan pencemaran nama baik. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...