Kisah Titiek Soeharto Jalan Kaki dari Monas ke Cendana

Editor: Koko Triarko

5.543

JAKARTA – Usai menghadiri Reuni Akbar Aksi 212 di Monumen Nasional (Monas), Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) bersama rombongan pulang dengan berjalan kaki menuju Jalan Cendana, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2018).

Perjalanan itu dilakukan usai menikmati makanan tradisional di area IRTI, kawasan Monas. Ia juga menikmati kesegaran es kelapa muda.  Saat itu, Titiek Soeharto dengan ramah menyapa para pedagang kecil di area tersebut.

Dengan senyum khasnya, Titiek Soeharto juga bercengkrama bersama jemaah yang menghampirinya. “Ibu Titiek, saya dari Lampung, mohon izin ingin foto dengan Ibu,” ucap seorang peserta alumni 212.

Dengan ramah, Titiek Soeharto mengizinkan. “Boleh,” jawabnya.

Raut wajah peserta alumni 212 itu, terlihat bahagia. Begitu juga dengan teman-temannya yang ikut mengabadikan momen foto bersama Titiek Soeharto, dengan telepon selulernya.

Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) berfoto bersama jemaah Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/11/2018). -Foto: Sri Sugiarti

Berlanjut peserta alumni lainnya, yang mengenakan baju koko warna coklat dan putih, memohon izin berfoto. Lagi-lagi dengan ramah, putri Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, ini mengizinkan.

Momen bahagia itu pun kembali terekam dalam telepon seluler mereka. “Ibu, partainya kita beda. Saya PKS, tapi Presidennya Prabowo, kita berjuang,” ujar seorang pria berbusana koko coklat itu sambil mengangkat dua jari tangannya.

Titiek Soeharto membalasnya dengan senyum dan ucapan terima kasih atas semangat juang dan doanya. “Kita berjuang bersama-sama dengan memanjatkan doa kepada Allah SWT, untuk perbaikan bangsa dan negara,” ujarnya.

Momen foto terus berlanjut. Kali ini, seorang ibu berbusana gamis warna hitam, bersama suaminya yang mengenakan koko putih. Ibu itu pun meminta kesediaan Titiek Soeharto untuk berfoto. Momen indah  kembali terekam. Ibu itu bersama suaminya yang menggendong anaknya berfoto dengan salah satu Putri Cendana.

“Terima kasih Ibu Titiek,” ucapnya.

Usai melayani berfoto dan menikmati makanan tradisional, Titiek Soeharto mengajak rombongan pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya di Jalan Cendana, Menteng. “Kita pulang, yuk, jalan kaki,” ujarnya.

Namun, sebelum beranjak dari duduknya, terlebih dahulu Titiek Soeharto menutupi wajahnya dengan sapu tangan, sehingga terlihat hanya matanya.

Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) mengenakan hijab biru motif bunga dengan penutup muka, bersama rombongan menyeberang di Jalan Jaksa, Menteng, usai menghadiri Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/11/2018). -Foto: Sri Sugiarti

Rute perjalanan dari Monas menuju Jalan Sabang. Kemudian di perempatan lampu merah dekat gedung Wisma Antara, rombongan belok kanan, menelusuri Jalan Kebun Sirih.

Untuk menjangkau perempatan lampu merah Jalan Kebun Sirih, Titiek Soeharto bersama rombongan menerjang kepadatan jemaah. Dengan tetap mereka bersikap santun.

Kala menyeberang jalan dari Monas ke depan gerbang gedung Perpustakaan Nasional, Jalan Medan Merdeka Selatan, di sepanjang tepi jalan itu berderet pedagang, pelayanan kesehatan gratis dan kendaraan terparkir.

Titiek Soeharto pun sempat berhenti untuk melihat jejeran barang berukir bertulisan Arab yang diperjualkan. “Silahkan pilih, Bu,” kata penjual itu.

Pedagang itu tidak tahu kalau yang menghampirinya adalah putri Presiden Soeharto, yang menutupi wajahnya dengan sapu tangan.

Perjalanan berlanjut dengan menembus kepadatan di samping gedung Wisma Antara. Jalanan itu dipadati ribuan jemaah berbusana Islami didominasi warna putih dan hitam.

Mereka tampak membawa sejumlah bendera, di antaranya bendera merah putih, bendera putih, hitam, hijau dan kuning yang bertuliskan huruf Arab. Lantunan khalam Illahi pun terus dikumandangkan, membuat hati adem.

Kepadatan itu sukses dilalui hingga perempatan Jalan Kebun Sirih. Lalu, rombongan belok kanan menyelusuri tepi jalan itu. Tepat di depan gedung Dewan Pers, rombongan menyeberang menuju jalan kecil yang tembus ke Jalan Jaksa.

“Lewat sini saja, bisa nembus Jalan Jaksa,” kata Titiek Soeharto.

Tak lama melangkahkan kaki di jalan kecil itu, Titiek Soeharto minta dicarikan ojek motor untuk Ibu Eboy yang kakinya sakit. “Eboy naik ojek saja, kasihan dia. Tolong cariin ojek,” ujarnya.

Siti Hediati Haryadi (Titiek Soeharto) foto bersama jemaah pada Reuni 212 di Monas, Jakarta, Minggu (2/11/2018). -Foto: Sri Sugiarti

Sesaat grab bike lewat, sang driver tidak berkenan untuk mengantarnya, dengan alasan menembus Jalan Cendana, itu macet. Lalu, seorang bapak berkaos hitam yang duduk di tepi jalan itu menawarkan jasa.

“Mau naik ojek ke Cendana? Saya carikan, ya?” ucapnya.

Titiek Soeharto dan rombongan pun mengucapkan terima kasih kepada bapak itu, yang berkenan membantunya.

Perjalanan pun dilanjutkan, dengan tanpa satu orang pun mengenali Titiek Soeharto, yang berjalan santai sambil bercanda. Padahal, saat itu pula, banyak alumni 212  berjalan beriringan di jalan itu menuju Jalan Jaksa.

Di tengah perjalanan, seorang bapak usia lanjut yang duduk di kursi di tepi jalan itu bertanya kepada rombongan Titiek Soeharto. “Mau ke mana Bu?” tanyanya.

Lalu dijawab rombongan, “Mau ke Jalan Jaksa”.

“Oh, lurus saja nanti di pertigaan belok kiri, ya. Jangan belok kanan, itu ke Stasiun Gondangdia,” jelas bapak berkaos warna coklat itu.

“Iya, Pak. Terima kasih,” jawab Titiek Soeharto, sambil melanjutkan perjalanan.

Tiba di pertigaan jalan, ada dua pria membagi-bagikan minuman mineral botol. “Ibu, minumannya ini,” ucap pria itu sambil memegang dua botol air mineral.

“Terima kasih, ya Pak,” kata Titiek Soeharto.

“Sama-sama, Ibu,” timpal pria itu.

Tak lama, rombongan tiba di Jalan Jaksa. Lalu, menyeberang menuju perempatan lampu merah Hotel Cempaka, Menteng. Di perempatan itu, Titiek Soeharto dan rombongan menyeberang jalan dengan leluasa, atas pengawalan para ajudan.

Ini pemandangan unik, putri Presiden Soeharto menyeberang jalan dengan busana muslim warna putih berpadu hijab warna biru bermotif bunga kecil.

Titiek Soeharto berlenggang santai menyeberang jalan bersama rombongan. Tanpa satu orang pun yang mengenalinya.  Mungkin hanya rasa kaget para pengendara, manakala jalur kendara mereka distop pria berbusana koko berpostur tinggi tegap.

Pria yang berprofesi sebagai ajudan itu pun berdiri di depan mobil, dan mempersilahkan Titiek Soeharto beserta rombongan melintas.

Dari perempatan itu berlanjut ke Jalan Cempaka untuk menunggu mobil jemputan. Tak lama mobil itu tiba, Titiek Soeharto bersama rombongan para ibu-ibu muda menarik mobil itu.

“Ayuk, naik. Ayuk Mbak, ikut,” ajak Titiek Soeharto kepada Cendana News.

“Dadah, saja Bu. Terima kasih. Ibu hati-hati, ya,” jawab Cendana News.

Sepanjang perjalanan itu, kita mengobrol memuji sikap Titiek Soeharto yang sangat merakyat.

“Ibu Titiek sukses menyamar menutupi wajahnya. Kalau nggak, bisa dikerubungi orang minta foto sepanjang jalannya,” kata Yudi, demikian panggilan Suyudi, yang berprofesi sebagai ajudan.

Dengan menyamar, Titiek Soeharto selalu bersikap ramah kepada orang yang ditemuinya di sepanjang jalan itu. Namun lagi-lagi mereka tidak mengenalinya.

Setiba di Jalan Cendana, selanjutnya kita berkumpul duduk santai di depan gerbang rumah Muhammad Ali Reza, menantu Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut Soeharto), di Jalan Yusuf Adiwiyata, Menteng.

Bersantai sambil  menikmati segarnya minuman rasa mangga, ada juga yang meneguk segarnya minuman rasa sirsak dan kopi capucino. Minuman itu dibeli dari  pedagang keliling bersepeda.

“Berapa semuanya,” tanya Pak Lutfi, yang mentraktir.

“Sembilan belas ribu, Pak” jawab pedagang itu.

Saat berkumpul itu pula, Yudi kembali berkata, kalau Ibu Titiek sukses menyamar dengan selalu bersikap ramah.  “Kok nyamar, kenapa?” tanya Lutfi.

“Ya kalau nggak nyamar dengan menutupi wajahnya pakai sapu tangan, ya Ibu bisa diserbu orang-orang. Nanti perjalanannya nggak nyampe-nyampe rumah,” kata Dewi, salah satu staf Titiek Soeharto.

Ketika menuju Monas untuk melaksanakan salat subuh berjemaah bersama alumni 212,  Titiek Soeharto bersama rombongan diantar dengan mobil sampai Tugu Kuda, Jalan Thamrin. Namun, saat pulang memilih berjalan kaki.

Usai bersantai, Cendana News pamit pulang dengan menebeng mobil Mbak Juve (ajudan Titiek Soeharto). Menembus jalan dari Menteng, akhirnya tiba di Pemadam Cijantung, Jakarta Timur.

Cendana News pun turun dan berlanjut menuju rumah. Sedangkan Juve, kembali melajukan kendaraannya menuju rumahnya di Kalisari, Jakarta Timur.

Baca Juga
Lihat juga...