KKP Berupaya Capai Target Tangkapan Ikan 7,71 Juta Ton

187
Nelayan, ilustrasi - Dok: CDN
DONGGALA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, menargetkan penangkapan ikan untuk tahun 2018 sebanyak 7,71 juta ton.
“Kami berupaya, agar target tersebut dapat tercapai sebelum masuk tahun 2019,” kata Sekretaris Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Yuliadi, di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara penyerahan klaim asuransi dan pemberian kartu nelayan kepada nelayan Donggala, di Desa Wani I, Kecamatan Tanantovea, didampingi Bupati Donggala, Kasman Lassa, Kepala PT Jasindo Cabang Palu, Rahmat S Manoppo, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Donggala, Ali Assegaf, Kepala PMI Surabaya, Tri Wahjoedi, di bekas wilayah terdampak tsunami pesisir pantai desa itu.
“Itu target secara nasional, mudah-mudahan tercapai,” kata Yuliadi di sela-sela acara pemberian klaim asuransi kepada nelayan Donggala itu.
Terkait target itu, kata dia, sampai saat ini yang telah tercapai sebanyak 6,71 Juta ton secara nasional. Target tersebut disesuaikan dengan jumlah nelayan secara nasional, sekitar 2,6 juta, dengan kapal nelayan sebanyak 560 ribu kapal.
“Berdasarkan data, maka jumlahnya cukup banyak. Dengan tidak adanya kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia, maka diharapkan nelayan Indonesia dapat bekerja, menangkap ikan dengan baik dan maksimal,” ujar dia.
KKP, sebut dia, juga berharap agar nelayan termasuk di Donggala, Sulawesi Tengah, perlu diberikan pemahaman dan pelatihan tentang mitigasi bencana, sebagai bentuk pencegahan korban.
“Kami mohon dengan sangat, agar ke depan dapat disosialisasikan kepada masyarakat, nelayan, terkait dengan gempa, tsunami dan mitigasi,” katanya.
Pemberian pemahaman itu, kata dia, sangat penting sehingga ketika terjadi bencana gempa dan tsunami, masyarakat termasuk nelayan bisa menyelamatkan diri.
“Kalau bencana terjadi lagi, masyarakat bisa menghindar, bisa mengantisipasi, sehingga tidak ada korban jiwa saat dan pascabencana,” ujar Yuliadi. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...