KLHK: Konservasi Hutan Bakau Perlu Kolaborasi Banyak Pihak

“Semuanya berkolaborasi, bergerak dari sendiri untuk menjaga ekosistem. Satu pohon bakau banyak manfaatnya bagi ekosistem dan lingkungan. Bila kita menanam satu pohon saja, pahalanya akan mengalir sepanjang pohon itu hidup, dan berperan dalam menjaga ekosistem,” katanya.

Kegiatan itu merupakan puncak pemulihan ekosistem yang dilakukan pada 2018, yang diawali kajian, sosialisasi, persemaian serta penanaman bersama masyarakat. Penanaman pohon mangrove melibatkan kelompok tani, pelajar, dan masyarakat.

Sementara itu, Assisten Pembangunan dan Kesra Kabupaten Pemkab Tanjabtim Agus Sodikin menyambut baik dan komitmen untuk berkolaborasi dalam pelestarian hutan bakau di pantai timur. Pemerintah setempat berharap, kementerian terus mengawal sehingga program itu tidak berhenti pada kegiatan itu saja.

“Kami berharap program ini terus digelar secara menerus dalam pelestarian cagar alam hutan bakau ini, yang secara geografis terletak di kawasan Tanjabtim dan Kabupaten Tanjungjabung Barat,” kata Agus.

Sementara itu, untuk menuju kawasan cagar alam hutan bakau di Nipah Panjang, rombongan kementerian dan BKSDA Jambi melakukan perjalanan dengan menggunakan speed boat dari Tanggo Rajo Kota Jambi menyusuri Sungai Batanghari yang berkelok-kelok.

Jalur sungai tersebut potensial dikembangkan, selain untuk jalur niaga juga untuk pariwisata yang disinergikan dengan potensi sejarah dan budaya di sepanjang aliran sungai itu. (Ant)

Lihat juga...