KNKS Diharap Lahirkan Ide Besar Kembangkan Syariah

Editor: Koko Triarko

Komisaris Utama BSM, Mulya, Effendi Siregar. Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Komisaris Utama Bank Syariah Mandiri (BSM), Mulya Effendi Siregar, berharap Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) melahirkan ide besar untuk pengembangan keuangan syariah. 

Menurutnya, KNKS jangan sampai menjadi lembaga regulasi baru. Tapi, sebagai komite yang dibentuk dengan ditetapkan Peraturan Presisen (Perpres) Nomor 91 Tahun 2016 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.

KNKS bertugas untuk mendorong percepatan, memperluas dan pengembangan sektor keuangan syariah, dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Jadi, katanya, KNKS harus menjadi koordinator bagi stakeholders, regulasi dan otoritas untuk menghasilkan ide besar. Karena tanpa  ada keputusan besar, tidak akan ada value added  atau nilai tambah dalam pengembangan keuangan syariah.

“Jangan hanya bicara masalah-masalah kecil, tapi bagaimana melahirkan ide besar yang diputuskan. Misalnya, Bank Tabungan Negara (BTN) dikonversi menjadi bank syariah, bisa tembus 10 persen, itu pangsa pasar bank syariah,” kata Mulya, kepada Cendana News, di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Menurutnya, ide besar KNKS sangat ditunggu oleh pasar untuk menembus pertumbuhan perbankan syariah dan keuangan syariah di Indonesia secara keseluruhan.

Saat ini, pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia masih melambat, pangsa pasarnya baru sekitar 8,58 persen. Sedangkan pertumbuhan perbankan syariah di posisi 5,92 persen.

“Pertumbuhan lambat, memang masih bergerak. Perbankan syariah 5,92 persen,  tapi itu sudah bertahun-tahun. Saya yakin, pertumbuhan bank syariah bisa besar, kalau ada ide besar KNKS. Apalagi, Ketua KNKS ini presiden. Jebret saja, ya, konversi BTN jadi bank syariah. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.

Selama ini, menurutnya, lembaga keuangan syariah, seperti bank syariah, hanya mengembangkan bisnis organik. Sehingga, perlu terobosan baru untuk mempercepat pertumbuhan pangsa pasarnya.

Namun di tengah kondisi ekonomi yang tumbuh stagnan, kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah semakin bertambah. Terdapat kecenderungan masyarakat menambah tabungan.  Hal ini mendorong peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah.

“Kepercayaan masyarakat pada bank syariah itu sudah ada, tinggal kita menjaga supaya jangan buat mereka kecewa,” ujar mantan Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), ini.

Lihat juga...