KODIM Bekasi Mulai Olah Lahan Padi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Salah satu tugas tambahan anggota TNI adalah mendampingi petani dalam meningkatkan ketahanan pangan. KODIM 05/07/Bekasi, pun memiliki lahan seluas satu hektare yang disewa dari warga, untuk dijadikan tempat bercocok tanam padi.

“Kami saat ini sudah melakukan pengolahan lahan dan penyemaian di Mustikajaya. Sebentar lagi melakukan penanaman padi di areal seluas satu hektare, yang disewa lahan milik warga,” kata Dandim 05/07 Kota Bekasi, Letkol. Arm. Abdi Wirawan, Senin (24/12/2018).

Dandim 05/07 Bekasi, Letkol Arm Abdi Wirawan. -Foto: M Amin

Menurutnya, di samping memgembangkan lahan pertanian padi, TNI melalui Babinsa juga terus melakukan pendampingan kepada petani, untuk mengetahui hal-hal yang kurang untuk dilakukan koordinasi dengan pihak Dinas Pertanian.

“Jika ada kebutuhan petani, Babinsa setempat akan mendampingi, seperti soal pupuk dan tanamnyam,” ujarnya.

Menurut Wirawan, penanaman padi di areal seluas satu hektare, hasilnya akan diserahkan langsung ke Bulog.

Di samping melakukan penanaman dan pendampingan kepada petani padi, juga melakukan pengembangan huktikultura. Pendampingan kepada petani untuk memgarahkan bagaimana petani tidak terjebak ke tengkulak.

Penyuluh pertanian di Kecamatan Mustikajaya dan Bekasi Timur, Ika Septirina, mengatakan, saat ini di Kota Bekasi untuk lahan sawah masih tersisa sekitar lebih dari 300 hektare. Terbanyak tersebar di Kecamatan Mustikajaya, dan Bekasi Utara.

Ika mengatakan, sawah di Kota Bekasi melalui tadah hujan, saat ini tengah proses penyemaian atau pengolahan lahan, mengingat saat ini sudah mulai turun hujan.

Meskipun minim lahan pertanian di Kota Bekasi, minat bertani cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari kelompok petani yang rutin untuk melakukan cocok tanam.

Ika memperkirakan, mulai Januari nanti sawah di Kota Bekasi sudah mulai melakukan penanaman.

Lihat juga...