Komisi V DPR Cek Kesiapan Angkutan Nataru di Bakauheni

Editor: Koko Triarko

192
LAMPUNG – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ibnu Munzir, mengatakan, tren penumpang saat liburan masih menggunakan moda transportasi kapal. Karenanya, ia meminta pihak keamanan memberi jaminan keselamatan bagi para perumpang.
“Seperti angkutan libur Idul Fitri atau Lebaran, banyak penumpang dari pelabuhan Merak memilih perjalanan malam hari, karena bisa tiba di pelabuhan Bakauheni pagi hari. Antisipasi harus dilakukan oleh semua pihak, terutama pihak keamanan, dinas perhubungan dan PT ASDP Bakauheni, dalam menyiapkan moda transportasi terusan ke sejumlah wilayah di Sumatra,” terang Ibnu Munzir, saat mengunjungi Pelabuhan Bakauheni, Rabu (5/11/2018) sore.
Ibnu Munzir (kiri), Wakil Ketua Komisi V DPR RI, dan Hasan Lessy (kanan) General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Lampung Selatan -Foto: Henk Widi
Ibnu Munzir yang datang dalam rangkaian kunjungan kerja spesifik bersama sejumlah rombongan juga menyebut, kesiapan infrastruktur untuk angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Lampung sudah cukup memadai.
Meski libur Natal dan Tahun baru tak seramai libur Lebaran, ia berharap jal tol trans Sumatra bisa dioperasikan untuk ruas Bakauheni menuju ke Kotabaru Bandarlampung.
Menurutnya, kesiapan JTTS akan berpengaruh pada kecepatan laju kendaraan dari pelabuhan Bakauheni menuju ke sejumlah kota di Lampung.
Seusai kunjungan kerja ke bandara Raden Inten II dan pelabuhan Bakauheni, rombongan Komisi V DPR RI melintasi JTTS. Berdasarkan perbandingan, Ibu Munzir menyebut, waktu tempuh lebih cepat.
Jika menggunakan akses Jalinsum, pengendara bisa menempuh waktu sekitar 2,5 jam, namun jika melalui JTTS, waktu tempuh hanya satu jam, dengan kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam.
“Keberadaan jalan tol trans Sumatra akan berdampak pada efisiensi waktu serta mendukung transportasi barang dan jasa,” katanya.
Saat mengunjungi dermaga VII pelabuhan Bakauheni sebagai dermaga eksekutif atau premium, ia memastikan pelayanan saat angkutan Nataru akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dermaga eksekutif yang nyaman, bahkan sekelas bandara tersebut akan menjadi pilihan dengan, adanya fasilitas istirahat dan kapal yang didesain memiliki waktu berlayar (sailing time) lebih cepat.
Pada kesempatan yang sama, Hasan Lessy, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni, kepada rombongan Komisi V DPR RI, memaparkan, jika sejumlah persiapan telah dilakukan dalam menghadapi angkutan Nataru.
Hasan Lessy menyebut, ASDP Bakauheni telah menyiapkan enam dermaga, 71 kapal, yang 68 unit di antaranya siap dioperasikan. Juga telah disiapkan dua unit ambulans, satu mobil derek, satu mobil pemadam kebakaran, 52 unit CCTV 52 unit dan penambahan tenda untuk penumpang kendaraan roda dua.
“Pelayanan saat angkutan Nataru, hampir sama dengan saat Lebaran, sehingga sejumlah loket kami tambah, baik kendaraan maupun loket pejalan kaki,” terang Hasan Lessy.
Selain itu, fasilitas toilet juga telah disiapkan sebanyak 80 unit, shuttle bus sebanyak lima unit untuk mengangkut penumpang ke dermaga VII. Sementara, beberapa fasilitas di ruang tunggu untuk penumpang dilengkapi ruangan AC dengan fasilitas air minum gratis.
Rombongan Komisi V DPR RI yang mengunjungi pelabuhan Bakauheni, selanjutnya bertolak menuju ke pelabuhan Merak, Banten, menggunakan KN SAR Jakarta milik Basarnas yang sandar di dermaga VII.
Baca Juga
Lihat juga...