Komisi Yudisial Seleksi 25 Calon Hakim Agung

Editor: Satmoko Budi Santoso

189

JAKARTA – Ketua Bidang Rekrutmen Hakim, Komisi Yudisial (KY), Aidul Fitriciada Azhari, membuka seleksi Tahap III seleksi Calon Hakim Agung (CHA) yang digelar Komisi Yudisial (KY). Untuk assessment kompetensi dan kepribadian, dilaksanakan pada Senin-Rabu, 3 hingga 5 Desember 2018.

“Sebanyak 25 orang calon hakim agung (CHA) mengikuti seleksi Tahap III yang digelar Komisi Yudisial (KY). Untuk assessment kompetensi dan kepribadian dilaksanakan pada Senin-Rabu, 3-5 Desember 2018, di Gedung Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan, Lantai 11, Ruang Assessment Center, Jakarta,” kata Aidul Fitriciada Azhari di Gedung KY, Jakarta, Senin (3/12/2018).

Menurut Aidul, seleksi kepribadian dilakukan bertujuan untuk memotret kepribadian dan kompetensi peserta dalam menduduki jabatan sebagai hakim agung, seandainya lolos menjadi hakim agung.

Assessment ini bertujuan untuk mencari sampel perilaku seorang calon dalam lingkup pekerjaan sebelumnya. Sesuai dengan iklim pekerjaannya nanti sebagai hakim agung. Dengan demikian, kita akan lebih mengeksplorasi kepribadian dan integritas calon, baik pribadi maupun pekerjaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aidul mengatakan, assessment kompetensi dan kepribadian yang dilakukan KY, juga akan menguji integritas peserta. Hal itu meliputi komitmen terhadap kebenaran, kepatutan, juga daya tahan mental terhadap pekerjaan.

Selain itu, sebut Aidul, para peserta juga akan menjalani seleksi kesehatan pada Kamis-Jumat, 6 hingga 7 Desember 2018 di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.  Pihaknya juga mengingatkan para peserta seleksi soal kondisi tubuh dengan menjaga kesehatan fisik maupun mental. Sebab yang berusia 30 dan 40 tahun, akan berbeda dengan usia memasuki 50 tahun.

“Berbeda kesehatan orang berusia 30 dan 40. Saat memasuki usia 50 tahun, cenderung mengalami keausan. Penyakit seperti hipertensi, kolesterol, kesehatan mata dan lainnya, sering ditemui pada diri peserta. Kita berharap selama peserta mengikuti tes agar senantiasa menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental,” ungkapnya.

Aidul juga mengingatkan, pentingnya motivasi peserta untuk menjadi seorang hakim agung. Sebab, motivasi adalah kunci keberhasilan peserta yang mengikuti seleksi CHA. Karena pernah ada peserta yang dinyatakan lulus baik tertulis, assessment dan kesehatan, namun  sangat disayangkan ternyata tidak memiliki motivasi yang cukup untuk menjabat sebagai hakim agung.

Seleksi CHA ini diselenggarakan oleh KY untuk mengisi kekosongan 8 orang hakim agung dengan rincian, 1  orang untuk Kamar Pidana, 1 orang untuk Kamar Agama, 2 orang untuk Kamar Militer, 3 orang untuk Kamar Perdata, dan 1 orang untuk Kamar Tata Usaha Negara khusus pajak.

Baca Juga
Lihat juga...