‘Konter’ Online Semarang Terima 1.000 Laporan/Bulan

203
Ilustrasi -Dok: CDN

SEMARANG – Layanan Konsultasi Dokter (Konter) secara online dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah, diminati dengan banyaknya masyarakat yang berkonsultasi.

“Untuk layanan Konter, rata-rata ada 1.000 laporan (konsultasi -red) dalam setiap bulannya,” kata Kepala Dinkes Kota Semarang, Dokter Widoyono, di Semarang, Jumat (7/12/2018).

Ia menyebutkan, konsultasi melalui chat dari kurun Januari-Desember 2018, sebanyak 11.941 laporan, sementara konsultasi lewat sambungan telepon ada 113 laporan.

Sejak diluncurkan pada Desember 2017, diakuinya respons masyarakat terhadap layanan Konter sangat positif, apalagi layanan tersebut gratis dan dilayani nonstop selama 24 jam.

“Bahkan, bukan hanya warga Semarang saja, dari luar kota juga ikut mengakses layanan kesehatan ini, seperti dari Demak, Brebes, Kendal, sampai Jawa Barat dan Jawa Timur,” katanya.

Layanan Konter, kata dia, ditangani oleh 10 tenaga medis yang dibagi dalam tiga shift, yakni pagi, siang, dan malam, sehingga bisa secara bergantian melayani konsultasi.

“Umumnya, menanyakan keluhan sakit, macam-macam keluhan penyakit. Saya pusing obatnya apa, periksa di dokter mana, praktiknya di mana, jam berapa praktiknya,” katanya.

Namun, kata Widoyono, sebenarnya ada 12 jenis layanan yang bisa dimanfaatkan dari layanan Konter, seperti konsultasi penyakit, panduan rumah sakit, panduan puskesmas, informasi praktik dokter.

Kemudian, informasi klinik kesehatan, informasi laboratorium klinik, informasi apotik, informasi tarif layanan kesehatan, BPJS, Universal Coverage Health (UHC), hingga tips kesehatan.

Layanan Konter bisa diakses lewat ponsel pintar, bisa melalui aplikasi WhatsApp di Nomor 0811-2900-132, atau bisa juga dengan menelepon langsung ke nomor 1500-132.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengapresiasi langkah Dinkes yang terus melakukan inovasi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Apalagi, kata Hendi, sapaan akrab orang nomor satu di Kota Semarang itu, sektor kesehatan sangat penting karena memerlukan kecepatan penanganan dan pelayanan.

“Sesuai dengan semangat pembangunan Semarang Smart City, seluruh pelayanan penting bisa diakses cukup dalam satu genggaman tangan,” katanya. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...