Kontribusi Mekarsari Seputar Riset Manggis

Editor: Satmoko Budi Santoso

460

BOGOR – Pertanyaan bahwa manggis itu tanaman asli Indonesia atau bukan, membawa Tim R&D Taman Buah Mekarsari melakukan penelitian atas kekerabatan buah manggis.

Dari 800 batang pohon manggis yang ada di Mekarsari, Manager R&D Taman Buah Mekarsari, Dr. Azis Natawijaya, M.Si, menyatakan, ada 2 jenis yang paling penting.

“Jenis pertama adalah manggis budidaya yang bernama latin Garcinia mangostana. Ini adalah manggis yang dikenal secara umum oleh masyarakat,” kata Azis, Sabtu (22/12/2018).

Ciri khas dari mangostana ini adalah semua jenis tanamannya berjenis kelamin betina.

“Manggis ini memiliki buah tanpa melewati proses penyerbukan. Atau biasa disebut apomiksis,” papar Azis lebih lanjut.

Kalau secara botani, lanjut Azis, mangostana memiliki kromosom 4 atau yang sering disebut tetraploid. Dan masyarakat mengenal manggis bukan sebagai tanaman hutan.

“Dari fakta ini, tim Mekarsari meneliti tentang asal masalah tanaman ini, untuk mengetahui keaslian tanaman manggis,” ujar Azis.

Setelah dilakukan penelitian, diketahui bahwa mangostana ini berasal dari Garcinia malakensis, yang merupakan jenis manggis kedua di kebun manggis Taman Buah Mekarsari.

“Malakensis ini memiliki kromosom 2 atau diploid,” lanjut Azis.

Secara tampilan fisik, malakensis memiliki ukuran daun dan buah yang lebih kecil dari mangostana.

“Malakensis merujuk dari lokasi pertama ditemukannya, yaitu wilayah Malaka. Berangkat dari fakta ini, sejak tahun 1999, tim kami mencari malakensis yang tumbuh di Indonesia,” kata Azis.

Azis menceritakan ekspedisi di sekitar tahun 2000 yang menelusuri area Kalimantan tidak menemukan satu pun pohon malakensis.

“Lalu kita melanjutkan ke Lampung hingga Sumatera Utara. Pada tahun 2002, kita bisa menemukan 1-2 pohon di daerah Jambi dan perbatasan Sumatera Utara dengan Aceh. Jadi satu-satunya Mekarsarilah yang hanya memiliki malakensis,” tegas Azis.

Dengan ditemukannya malakensis di wilayah Indonesia, maka Indonesia bisa menyatakan bahwa manggis adalah tanaman asli Indonesia.

“Kita memperkirakan perubahan dari malakensis ke mangostana ini adalah karena proses adaptasi yang secara spontan melalui mutasi kromosom. Mungkin ada suatu masa dimana tanaman malakensis yang jantan berkurang jumlahnya,” urai Azis.

Perbedaan malakensis dan mangostana bukan hanya dari fisik daun dan buah saja. Rasa daging buah malakensis bisa bervariasi, tidak seperti mangostana yang memiliki rasa manis standar.

“Malakensis bisa terasa asam, tidak semuanya manis. Jumlah buah di tiap pohon juga lebih sedikit dari mangostana,” ucap Azis.

Azis menyatakan, saat ini, Mekarsari sedang melakukan penelitian untuk mengembangkan malakensis sehingga bisa memiliki kromosom sebanyak mangostana dan bisa berbuah tanpa penyerbukan.

“Kita sudah mempublikasikan hasil penelitian ini di simposium pemuliaan tanaman se Asia Pasifik. Sehingga, Indonesia juga bisa menyatakan bahwa manggis adalah tanaman asli Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...