Kopi Darat Komunitas Motor, Ajang Kenalkan Potensi Wisata

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Sebanyak 500 lebih bikers atau pengendara motor, dari berbagai komunitas motor se-Nusantara memadati Menara Siger, Bakauheni, Lampung Minggu (16/12/2018).

Restu Budi Kurniawan, ketua Krakatau Vixion Club – Foto Henk Widi

Restu Budi Kurniawan, Ketua Krakatau Vixion Club (KVC) menyebut, pertemuan para bikers dari seluruh Indonesia tersebut, bagian dari ulang tahun ke-6 KVC. Sebanyak 50 hingga 100 komunitas pecinta motor dari berbagai pabrikan dan merk, terlibat dalam kegiatan pertemuan yang mereka sebut dengan kopi darat tersebut.

Restu menyebut, Menara Siger Bakauheni dipilih sebagai lokasi pertemuan, karena berada di ujung Selatan Pulau Sumatera. Menara Siger, salah satu ikon destinasi wisata Provinsi Lampung. Bentuknya mahkota khas wanita bagian dari pernikahan adat Lampung. Tercatat para riders yang mengikuti acara tersebut berasal dari Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan sebagian wilayah Sumatera.

“Kegiatan ini sebagai upaya memperkenalkan potensi wisata yang ada di Lampung Selatan, salah satunya Menara Siger dan wisata bahari yang bisa dilihat, seusai kegiatan temu bikers dari sejumlah provinsi di Indonesia,” ujar Restu.

Sebagai salah satu acara kopi darat, kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antara anggota komunitas. Memasuki usia ke-6 komunitas KVC, Restu menyebut, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial. Kegiatan sosialnya meliputi, menyantuni anak yatim di Kalianda, Lampung Selatan. Santunan dikumpulkan dari uang solidaritas anggota komunitas motor.

Salah satu peserta, Roni Santoso, asal Madiun, Jawa Timur, menyebut, Dia datang bersama sejumlah bikers dari Pulau Jawa. Melalui komunitas motor dari berbagai pabrikan salah satunya Vixion, Dia biasa berkumpul dengan sesama bikers. Memiliki hobi yang sama, membuat mereka bisa saling berbagi pengalaman dan mengunjungi sejumlah tempat di Indonesia. Roni Santoso menyebut, saat berkunjung ke Lampung Selatan, pesona pertama yang dilihat adalah Menara Siger.

Objek wisata tersebut disebutnya, harus dikunjungi saat berada di Lampung. Selain Menara Siger, memanfaatkan motor kesayangannya, Dia bersama anggota komunitas motor lain juga mengunjungi sejumlah pantai di Lamsel. “Potensi wisata di Lamsel sangat lengkap ada wisata buatan, pantai, pegunungan dan air terjun. Saat tiba ke sini bertepatan dengan musim buah durian,“ beber Roni Santoso.

Melalui kopi darat, imbal baliknya sejumlah komunitas akan bergantian mengunjungi objek wisata yang ada di wilayahnya. Melalui perjalanan ke sejumlah wilayah, bersama komunitas motor, sejumlah objek wisata bisa dikenalkan.

Suwito, salah satu petugas di Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) Menara Siger menyebut, kunjungan ke objek wisata tersebut meningkat menjelang akhir tahun ini. Kunjungan pada acara acara khusus ke objek wisata landmarknya Lampung tersebut, lebih banyak, dibandingkan kunjungan di hari biasa. Pada hari biasa kunjungan wisatawan hanya berkisar puluhan orang. Saat liburan, jumlahnya bisa mencapai ratusan orang.  “Kunjungan akan meningkat akhir tahun ini bertepatan dengan libur Natal, anak sekolah serta tahun baru,” ujar Suwito.

Pengunjung cukup membayar Rp10.000, sudah bisa menikmati suasana pemandangan Selat Sunda, dengan kapal-kapal yang berlayar dari pelabuhan Bakauheni menuju Merak. Pemandangan tersebut dapat dinikmati dari lantai enam Menara Siger.

Pengunjung yang mengajak serta anak-anak, bisa memanfaatkan wahana permainan yang ada di sekitar Menara Siger. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah, melihat Pulau Jawa dengan teropong dan menikmati kuliner khas olahan laut.

Lihat juga...