Korban Meninggal Tsunami Selat Sunda di Pandeglang 250 Orang

Ilustrasi upaya pencarian korban Tusnami Selat Sunda - Dok CDN

PANDEGLANG – Data sementara, jumlah korban meninggal akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten mencapai 250 orang.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Lilis menyatakan, para korban meninggal tersebut, adalah yang ditemukan di daerah terdampak bencana. Korban meninggal di Kecamatan Carita ada 69 orang, di Kecamatan Sumur ada 28 orang dan kawasan wisata Tanjung Lesung ada 31 orang.

Di Kecamatan Panimbang 74 orang, Labuan 12 orang, Cimanggu 14 orang, Menes dua orang dan Jiput satu orang. Kemudian, di Kecamatan Cigeulis ada tiga orang, Bojong dua orang dan Pulau Sangiang dua orang meninggal. “Ini data sementara, karena petugas di lapangan masih terus melakukan pencarian,” katanya.

Terpisah, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy, mengatakan, Pemprov Banten memaksimalkan proses evakuasi korban tsunami di wilayah terisolir. Seperti di Kecamatan Sumur dan sekitarnya. “Fokus sudah kita geser, dimana alat berat sudah diterjunkan untuk dapat membuka jalur menuju Kecamatan Sumur atau Tanjung Lesung, agar bantuan dapat masuk ke wilayah tersebut,” kata Andika.

Andika menyebut, Pemprov Banten saat ini telah menerjunkan tim yang dilengkapi alat berat. Mereka bertugas membuka jalan, serta mengevakuasi korban.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Hadi Suryadi, mengatakan, sejak kejadian tsunami, pihaknya langsung menerunkan tiga tim untuk melakukan evakuasi dan penanganan. Petugas diturunkan dua grup di Carita dan satu grup di daerah Panimbang. Di setiap grup, ada satu eskavator, satu loader dan dua dump truk. “Jalur Cilegon, Anyer, Labuan, Carita, Mandalawangi, Panimbang, sudah bagus, yang Tanjung Lesung mudah-mudahan Senin (24/12/2018) selesai,” kata Hadi.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Komunikasi Publik Diskominfo Banten, Amal Herawan Budhi, mengatakan, data Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Provinsi Banten sampai dengan Senin (24/12/2018) pukul 12.00 WIB, jumlah korban meninggal mencapai 276 orang. Korban luka 783 orang dan 68 orang dinyatakan hilang. Sebanyak 4.764 orang berada di pengungsian. Sementara, 192 orang dalam proses evakuasi, yaitu dari wilayah Tanjung Lesung. Sedangkan kerugian material mencapai 443 unit rumah, 10 unit kendaraan roda 4, 38 unit roda dua, 9 unit hotel rusak berat. Dan, disekitar wilayah Tanjung Lesung sebanyak 60 unit warung rusak berat. (Ant)

Lihat juga...