Kota Palu Kekurangan Stok Ayam Potong

PALU  – Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengalami kekurangan stok ayam potong sehingga harus mendatangkan komoditas itu dari luar.

Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sulteng, Zainuddin Hak, di Palu, Selasa, membenarkan bahwa para pedagang di Kota Palu mendapat pasokan ayam potong dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Karena produksi lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pascagempa dan tsunami yang melanda kota itu, sekitar tiga bulan lalu.

Apalagi, kata dia, tinggal beberapa hari lagi umat Kristiani akan merayakan Natal dan permintaan akan ayam potong dipastikan meningkat dari biasanya.

Menurut dia, jika hanya mengandalkan stok ayam potong produksi peternak di Palu dan sekitarnya tidak akan mencukupi kebutuhan.

Karena itu, pedagang harus mendatangkan dari luar daerah, meski risikonya biaya cukup tinggi sebab diangkut dengan mobil menempuh perjalanan selama sehari.

Sejumlah pedagang ayam di kawasan Pasar Masomba Palu membenarkan ayam potong yang dijual sekarang ini kebanyakan dari daerah tetangga. “Kami membeli dari Sulsel dan Sulbar,” kata Ny. Sri.

Memang risiko cukup besar sebab terkadang banyak ayam mati di perjalanan. “Tapi ayam yang mati di perjalanan itu sepenuhnya masih beban pemilik ternak,” kata dia.

Hal senada juga disampaikan Eman, bahwa hampir tiga bulan pascabencana alam, rata-rata pedagang mendatangkan ayam potong untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya dari Sulsel dan Sulbar.

Langkah itu dikarenakan stok ayam potong di Palu sangat terbatas. Dahulu sebelum bencana terjadi, hasil peternakan lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar karena banyak petani yang beternak.

“Tapi saat gempa menerjang Palu, Sigi dan Donggala, banyak peternak bangkrut sebab kandang beserta ayam rusak dan mati,” kata dia.

Harga daging ayam potong per kilogram saat ini di Palu berkisar Rp35.000/kg. Sebelumnya hanya Rp25.000/kg. (Ant)

Lihat juga...