KPJ Diharap Ringankan Beban Buruh DKI

Editor: Koko Triarko

188

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, menyerahkan 1.564 Kartu Pekerja Jakarta (KPJ), untuk para pekerja atau buruh yang ber-KTP DKI, di Pasar Induk Kramat Jati, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Senin (31/12/2018).

“Yang mendapatkan kartu itu di Jakarta sebanyak 3.070 orang. Tadi kita menyerahkan sebanyak 1.564 kartu. Dengan adanya kartu pekerja ini, maka sebagian biaya hidup seorang buruh di Jakarta bisa dikurangi,” ucap Anies di lokasi.

Kartu Pekerja ini diperuntukkan bagi buruh ber-KTP DKI, yang memiliki gaji maksimal 10 persen di atas UMP DKI 2019. Pemegang kartu pekerja ini akan mendapatkan akses gratis menggunakan Transjakarta dan subsidi pembelian pangan di Jak Grosir.

Anies menyampaikan, Kartu Pekerja bisa dimanfaatkan untuk naik transjakarta gratis, belanja di Jakgrosir yang menjual bahan pokok dengan harga murah, dan mendapatkan subsidi pangan setiap bulannya.

“Dengan adanya kartu pekerja ini, maka sebagian biaya hidup seorang buruh di Jakarta itu bisa dikurangi, karena mereka yang harusnya mengeluarkan biaya transport, nanti tidak,” ujarnya.

Di Jakarta, menurut Anies, komponen biaya hidup utama tercakup dalam tiga hal, yakni kebutuhan bahan pokok, mobilitas transportasi, dan kebutuhan perumahan. Untuk menutup tingginya kebutuhan tersebut, maka penghasilan pekerja di Jakarta, harus meningkat.

“Karena itu, Pemprov DKI Jakarta hadir menyiapkan kepada mereka dukungan, agar mereka bisa hidup dengan baik. Yang kita lakukan sekarang adalah meningkatkan UMP. Tapi, menaikkan UMP ada ketentuan-ketentuan hukumnya. Nah, yang kita lakukan di DKI Jakarta adalah UMP-nya dinaikkan, kemudian ditambahkan dengan biaya hidupnya yang dikurangi,” jelasnya.

Anies berharap, para pekerja di Jakarta yang penghasilannya sekitar UMP akan bisa hidup dengan baik, layak dan insyaallah masa depan anak-anaknya bisa lebih baik.

Dengan cara seperti ini, Pemprov DKI juga berharap, para pekerja dapat memiliki lebih banyak alokasi untuk menabung dan mendapatkan kesempatan untuk hidup yang lebih baik.

Selain itu, Program Kartu Pekerja Jakarta diharapkan dapat menciptakan iklim hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan menuju DKI Jakarta yang aman dan kondusif.

Seusai penyerahan kartu, dilakukan pula uji coba kartu dan pelepasan mobil pendistribusian Kartu Jakarta Pintar oleh Anies.

Hadir dalam kesempatan ini, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian Provinsi DKI Jakarta, Dirut Bank DKI, Dirut PD Pasar Jaya, Walikota Jakarta Timur, dan segenap perwakilan asosiasi dan federasi serikat buruh di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengeluarkan kebijakan Kartu Pekerja setelah menetapkan UMP DKI Jakarta 2019 sebesar Rp 3.940.973,06. Besaran itu mengikuti Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015, yang mengatur kenaikan hanya sebesar 8,03 persen. Besaran versi Pemprov DKI lebih kecil dari yang diminta buruh, yaitu sebesar Rp 4.373.820,02.

Anies Baswedan meyakini, dengan subsidi itu buruh dapat memenuhi kebutuhan bulanannya, bahkan bisa berinvestasi dengan menabung. Namun, target penyaluran Kartu Pekerja itu masih jauh dari target yang disebutkan oleh Kadis Disnaker, Andri Yansyah, yakni sebanyak 744.662 kartu pada akhir 2018.

Baca Juga
Lihat juga...