KPU Banyumas Sosialisasikan Surat Suara

Editor: Mahadeva WS

BANYUMAS – Pemilu 2019 yang menggelar Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemillihan DPD dan Pilpres, membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) di daerah, harus bekerja keras melakukan sosialisasi. Ada lima surat suara yang akan diterima oleh pemilih, dan dipastikan akan membuat repot pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ukuran kertas surat suara yang digunakan dalam Pemilu 2019 juga lumayan besar.

Minggu (16/12/2018), KPU Banyumas menggelar sosialisasi surat suara di Desa Karangtalun Kidul, Kecamatan Purwojati. Acara di balai desa tersebut, dihadiri puluhan warga. Warga desa diperkenalkan dengan lima surat suara, yaitu surat suara untuk calon presiden, calon anggota DPR RI, DPRD propinsi, DPRD kabupaten dan calon anggota DPD.

Koordinator Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Banyumas, Hanan Wiyoko, mengatakan, dalam sosialisasi KPU juga mengenalkan warna surat suara. Hal itu menjadi pedoman, supaya pemilih tidak bingung ketika berada di TPS. Pemilih diharapkan bisa membedakan surat suara berdasarkan warna, yaitu warna hitam untuk surat suara pilpres, kuning untuk DPR RI, merah untuk DPD, biru untuk DPRD provinsi dan hijau untuk DPRD kabupaten.

Warna tersebut, berada di lipatan terluar surat suara.ʺPaling mudah membedakan surat suara dari warna, jadi kita perkenalkan warna surat suara yang berbeda. Kemudian kita ajari juga cara membuka dan melipat surat suara yang benar,ʺ terangnya.

Sementara untuk foto calon, hanya terdapat pada surat suara pilpres dan surat suara calon anggota DPD. Untuk surat suara calon anggota DPR RI, DPRD propinsi dan DPRD kabupaten, hanya tercantum lambang partai politik, nomor urut dan nama caleg. “Kenali surat suaranya dan coblos di bilik suara. Buka surat suara dengan lebar dan coblos serta lipat kembali. Kemudian masuk ke kotak suara sesuai jenis surat suaranya,” kata Hanan sambil meminta beberapa peserta sosialisasi untuk mempraktikan cara memberikan suara.

Beberapa warga yang hadir dalam sosialisasi tampak masih bingung. Banyaknya surat suara yang harus diterima, membuat mereka khawatir akan salah mencoblos. Salah satu warga, Sunarto, mengatakan, Dia berharap KPU mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek), supaya petugas TPS tidak dipusingkan dengan administrasi. Banyaknya jenis surat suara, dan ketentuan-ketentuan tentang pemilih yang berpindah tempat mencoblos, akan membuat petugas TPS kerepotan dalam merekap perhitungan suara.

Lihat juga...