KSOP Bakauheni Uji Petik Kapal Roro

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni, melakukan uji petik jelang angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Fery Hendry Yamin, Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas V Bakauheni, menyebut uji petik dilakukan terhadap kapal roll on roll off (Roro), yang melayani pelayaran di lintas Selat Sunda.

Sesuai prosedur, sejumlah pemeriksaan dilakukan terhadap kapal yang sandar di pelabuhan Merak dan pelabuhan Bakauheni. Pada angkutan Nataru tahun ini, ada 71 kapal disiagakan melayani angkutan Nataru, 68 kapal siap operasi dan 3 kapal. rusak.

Fery Hendry Yamin, Petugas Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas V Bakauheni -Foto: Henk Widi

Menurutnya, uji petik dilakukan secara bersamaan oleh KSOP Kelas I Banten, menyesuaikan jadwal kapal. Sejumlah pemeriksaan yang dilakukan, di antaranya meliputi dokumen kapal, alat-alat keselamatan, pengawakan. Salah satu kapal yang sandar di dermaga 1 pelabuhan Bakauheni, KMP Elysia mendapat pemeriksaan oleh petugas uji petik.

“Pada dasarnya, semua kapal di lintasan Selat Sunda pada angkutan Nataru tahun ini, laik laut. Yang diperiksa oleh KSOP Kelas V Bakauheni dan KSOP Kelas I Banten, untuk kapal kapal dengan tujuan utama menjaga keselamatan penumpang,” terang Fery Fery Hendry Yamin, saat dikonfirmasi Cendana News di KMP Elysia, Kamis (20/12/2018).

Sesuai jadwal pemeriksaan, akan dilakukan pada beberapa kapal yang sandar di pelabuhan Bakauheni. Pada KMP Elysia yang dinahkodai oleh Yonias Manuputty, petugas uji petik melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kapal, di antaranya surat sertifikasi kapal dan sertifikat penunjang lain.

Alat-alat keselamatan berupa life craft, life jacket, life buoy serta sejumlah peralatan kedaruratan, di antaranya tanda suar, sprinkle, alat pemadam kebakaran serta alat-alat navigasi hingga jangkar. Selain itu, dokumen pengawakan juga dilakukan terhadap awak kapal yang ada di dalam kapal.

Selain uji petik untuk keselamatan pelayaran, KSOP Kelas V Bakauheni juga mengimbau nahkoda, terkait kondisi cuaca di lintas Selat Sunda.

Terkait kondisi cuaca, Fery Hendry Yamin mengimbau agar nahkoda dan awak kapal bisa memantau kondisi cuaca di alur pelayaran melalui informasi resmi, yang bisa diakses dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Maritim Lampung.

“KSOP Kelas V akan mengeluarkan surat edaran ke Gabungan Pengusaha Angkutan Danau dan Penyeberangan, untuk diteruskan ke operator terkait kondisi cuaca,” terang Fery Hendry Yamin.

Nahkoda KMP Elysia, Yonias Manuputty, salah satu dari empat kapal yang dimiliki operator PT. Munic Line, mengaku uji petik rutin dilakukan oleh KSOP menjelang angkutan Idul Fitri dan Nataru.

Selain itu, pemeriksaan sejumlah peralatan keselamatan kapal sesuai prosedur kerap dilakukan pada kurun waktu tertentu. Pemeriksaan berkala untuk keselamatan dan keamanan penumpang.

Yonias Manuputty, Nahkoda KMP Elysia -Foto: Henk Widi

“Pada momen khusus, terutama angkutan Lebaran dan Nataru, pemeriksaan rutin dilakukan, karena ada lonjakan penumpang dan kendaraan,” beber Yonias Manuputty.

Secara umum, katanya, KMP Elysia dengan call sign JZTJ tersebut, laik laut. Imbauan keselamatan bagi penumpang yang naik kapal selain disampaikan melalui pengeras suara, juga dengan sejumlah brosur.

Imbauan tersebut, di antaranya agar penumpang tidak berdiri di pagar kapal, tidak boleh menyalakan mesin kendaraan, penumpang bus harus keluar dari bus selama pelayaran, serta imbauan keselamatan lainnya.

Ia juga menyebut, ada peningkatan sekitar 5 persen jumlah penumpang pejalan kaki dan kendaraan dibanding hari biasa jelang angkutan liburan Nataru.

Berdasarkan pantauan Cendana News, petugas KSOP Kelas V Bakauheni melakukan pemeriksaan Kapal Roro di Dermaga 1, 2 dan Dermaga lainnya. Pemeriksaan dilakukan pada sejumlah kapal yang belum diuji petik di pelabuhan Merak, di antaranya KMP Elysia di Dermaga 1, dan KMP Mitra Nusantara di Deramaga 2.

Uji petik dilakukan oleh petugas, menyesuaikan jadwal kapal, berkoordinasi dengan Ship Traffic Control (STC) pelabuhan Bakauheni, agar tidak mengganggu waktu bongkar muat kapal.

Sejumlah petugas yang dikerahkan oleh KSOP Kelas V Bakauheni, di antaranya Iskandar, petugas Lalu Lintas dan Kepelabuhan, dan Sohri, petugas Status Hukum dan Sertifikasi Kapal.

Menurut Fery Hendry Yamin, kegiatan uji petik tersebut sesuai surat perintah tugas nomor: KP.104/II/6/KSOP.Bkh-18. Dan, sesuai Undang Undang No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, PM 36 Tahun 2012, tentang Organisasi dan Tata Kerja KSOP, Instruksi Dirjen Hubla No.UM 008/27/11/DJPL-18 tentang Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Penumpang Dalam Rangka Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Lihat juga...