KSU Derami Usulkan Gerobak Usaha untuk Anggota Posdaya

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

157

PADANG — Jumlah anggota Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya) yang ada di Kota Padang, Sumatera Barat yang mencapai 2.560, masih mengharapkan bantuan peralatan, guna menunjang kinerja dalam menjalani berbagai jenis usaha. Sejauh ini, banyak usaha yang dijalani masih bersifat usaha-usaha kecil-kecilan.

KSU Derami
Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sayu Putu Ratniati/Foto: M. Noli Hendra

Ketua Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sayu Putu Ratniati mengaku memang ada sejumlah program yang dirancang untuk membantu para anggora Posdaya, yang menjalankan usaha kecil-kecilan. Kini, rencana itu tertuang pada kegiatan menyediakan gerobak usaha bagi anggota Posdaya.

Alasan KSU Derami menginginkan adanya gerobak itu, karena sejauh ini koperasi melihat banyak usaha-usaha kecil-kecilan yang berjualan hanya di atas meja kecil, yang diangkat dari satu ke tempat lainnya. Koperasi merasa prihatin melihat kondisi yang demikian, sehingga dinilai perlu dicarikan solusinya.

“Kalau untuk membuat gerobak atau bahkan membelinya dibutuhkan dana yang cukup besar. Mereka yang menjadi anggota Posdaya, adalah keluarga kurang mampu, jadi meskipun telah diberikan pinjaman modal usaha, bukan berarti telah mampu mandiri. Di sisi kelemahannya itu, perlu kita bantu,” katanya, Jumat (7/12/2018).

Rencana adanya gerobak usaha itu, kelanjutnya perlu disampaikan ke Yayasan Damandiri, sebagai mitra dari KSU Derami, untuk membantu masyarakat kurang mampu tersebut. Ia berharap rencana itu, ditanggapi positif dan dipenuhi, sehingga keinginan untuk menggerakan ekonomi rakyat kecil dapat terwujud.

Sementara itu, Sekretaris KSU Derami Padang, Latifah mengatakan, gerobak usaha merupakan rencana yang cukup lama.

“Setelah diberi pinjaman modal usaha, mereka berdagang di tempat-tempat yang tidak menentu. Caranya menjujung meja kecil. Nah, masyarakat yang demikian yang perlu kita bantu,” ucapnya.

Ia menyebutkan sebelum adanya ide itu, KSU Derami terinspirasi dari program-program yang ada di Desa Mandiri Lestari yang di daerah Jawa. Dimana sangat begitu teratur dan aktif, kegiatan-kegiatan yang dilakukan, guna menciptakan suasana keluarga yang sejahtera, dan masyarakat yang cerdas.

“Nanti jika rencana itu terwujud, kita gilirkan ke usaha lainnya, apabila yang pemegang gerobak sebelumnya, sudah bisa mandiri memiliki gerobak usaha,” jelasnya.

Latifah menguraikan dari 33 Posdaya yang ada di Padang saat ini, setidaknya ada 3 gerobak untuk masing-masing Posdaya, artinya jumlah gerobak yang dibutuhkan itu 99 gerobak usaha.

“Supaya rencana itu berjalan sukses, KSU Derami perlu koordinasikan juga dengan masing-masing Ketua Posdaya, guna untuk meminta nama-nama anggota yang punya usaha, setelah itu dilakukan survei. Terkait dana, diharapkan dari Yayasan Damandiri,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...