KTP Elektronik Tercecer, DPRD DKI Panggil Disdukcapil

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sekretaris Komisi A DPRD DKI, Syarif, mengatakan, pihak DPRD DKI Jakarta bakal meminta penjelasan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terkait peristiwa tercecernya Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Pertemuan dewan dengan Disdukcapil itu digelar Selasa, 18 Desember, besok.

“Jadi kita lakukan pertemuan dengan Disdukcapil DKI Selasa besok jam 9 pagi. Itu trigger-nya penemuan e-KTP dalam karung. Kalau misalnya seperti itu siapa yang bertanggung jawab secara adminsitrasi,” kata Syarif, saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2018).

Selain membahas kasus tercecernya e-KTP, dia juga mempertanyakan soal kekurangan blangko e-KTP. Selanjutnya, menyusul permasalahan yang sering diadukan warga Jakarta kepada anggota dewan.

“Soalnya kita juga sering dikomplain sama warga mengenai blangko e-KTP yang kekurangan,” tukasnya.

“Ternyata beberapa kali rapat pihak Disdukcapil menjelaskan bahwa itu jadi otoritas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Di balik soal otoritas blangko itu, kita harus dapat penjelaaan yang meyakinkan,” sambungnya.

Meski persoalan kekurangan blangko menjadi ranah Kementerian Dalam Negeri, Syarif tetap ingin persoalan tersebut dijelaskan Disdukcapil DKI. Dia membutuhkan penjelasan rinci terkait kekurangan blangko e-KTP juga.

“Kalau misalnya kejadiannya seperti ini, blangko dijual online bagaimana? Ternyata ada blangko yang tercetak. Sementara ada waiting list yang sangat panjang. Bagaimana mengatasinya?” ucapnya.

DPRD juga meminta penjelasan soal prosedur pemusnahan bila ditemukan adanya e-KTP rusak, invalid, maupun kedaluwarsa. Sebab penjelasan itu harus diutarakan kepada publik agar tak terjadi miskonsepsi tentang tata cara pemusnahan tersebut.

Karena Jakarta sebagai Ibu Kota negara menjadi perhatian terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalamnya. Apalagi sebentar lagi ada perhelatan besar pesta demokrasi, pemilihan umum (Pemilu) 2019.

“Jakarta sebagai Ibu Kota menjadi sorotan. Harus punya sistem yang baik. Apalagi berkaitan dengan pemilu,” tuturnya.

Lalu, dia menilai, kalau masyarakat pun masih kurang teliti dalam memperhatikan rincian dalam e-KTP mereka masing-masing.

“Jangan-jangan karena belum diperhatikan secara detail, jadi easy going saja. Padahal begitu keperluannya dikomputerisasi, data terintegrasinya bermasalah. Mana tahu kan?” imbuhnya.

Diketahui ribuan e-KTP ditemukan berceceran di area persawahan yang berada di Jalan Karya Bakti III, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (8/10/2018).

Setelah dicek, ribuan e-KTP tersebut milik warga Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. E-KTP itu sudah tidak berlaku. Penemuan ribuan e-KTP tersebut berawal dari laporan warga bahwa ada anak-anak yang memainkan e-KTP di kawasan tersebut.

Lihat juga...