Kuala Tanjung Mampu Efisienkan Pengiriman Barang

263
Ilustrasi bongkar muat pelabuhan - Dokumentasi CDN

KUALA TANJUNG – Perwakilan perusahaan pelayaran Wan Hai Lines, Hendra Kesuma, menilai, keberadaan Pelabuhan Kuala Tanjung atau Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), dapat mengefisienkan waktu dan biaya, pengiriman barang.

“Kami selaku perwakilan dari Wan Hai Lines tentunya ingin mencoba, bagaimana berpartisipasi, membantu transportasi pengiriman barang dari Kuala Tanjung langsung ke negara tujuan, sehingga bisa meningkatkan efisiensi dalam waktu dan juga dari biaya,” ujarnya di Kuala Tanjung, Sumatera Utara.

Terkait efisiensi waktu, Hendry mencontohkan, pengapalan dari Kuala Tanjung ke Shanghai, Cina, hanya membutuhkan waktu delapan hari. Sementara pengiriman barang yang sama, dari Pelabuhan Belawan, paling cepat memakan waktu 12 hari. “Tidak transit lagi, walaupun kapalnya ada berhenti namun tidak perlu transit lagi karena sudah onboard,” jelasnya.

Mengenai efisiensi biaya, Hendry menyebut, Pelabuhan Kuala Tanjung dari sisi impor barang, membantu dengan langsung berlabuh di pelabuhan tersebut, tanpa perlu melalui Port Klang, Malaysia atau Singapura. “Tentunya biaya transit sekitar 200 hingga 300 dolar AS per kontainer bisa dihemat,” tandasnya.

PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1, melakukan pengoperasian Pelabuhan Kuala Tanjung. Kegiatan pengapalan perdana ekspor sebanyak 180 box atau 205 TEUs. Pengiriman melalui rute langsung atau direct call intra asia. Saat ini, pelabuhan itu telah dilengkapi dengan fasilitas kepelabuhanan yang lengkap dan modern, dengan didukung sistem IT yang terintegrasi.

Guna meningkatkan layanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan kecepatan proses bongkar muat, Pelabuhan Kuala Tanjung akan dilayani Container Crane bertenaga listrik, dengan kapasitas 45 Ton. Fasilitas tersebut mampu menangani peti kemas dengan kapasitas 20 feet, 40 feet hingga 45 feet. Pelabuhan ini memiliki kapasitas 600 ribu TEUs, dan dilengkapi dermaga 500×60 meter.

Trestle sepanjang 2,8 kilometer, untuk empat jalur truk selebar 18,5 meter, serta dilengkapi rak pipa 4 line x 8 inch. Selain itu, Pelabuhan Kuala Tanjung juga didukung sarana dan prasarana infrastruktur bongkar muat modern dan canggih, antara lain tiga unit Ship to Shore (STS) Crane, delapan unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, dan dua unit MHC serta Terminal Operating System (TOS) Peti Kemas maupun curah cair. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...