Kubutambahan Dilirik untuk Pembangunan Bandara Bali Utara

188

SINGARAJA — Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan kawasan Desa Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, menjadi tempat yang paling strategis untuk pembangunan bandara baru di daerah Bali utara.

“Saat ini terdapat tiga alternatif lokasi dibangunnya bandara di daerah Bali utara yakni di Gerokgak, Celukan Bawang dan di Kubutambahan,” kata Budi Karya saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan bandara tersebut, di Desa Kubutambahan, Singaraja, Minggu (30/12/2018).

Meskipun belum memastikan pembangunan bandara di Desa Kubutambahan, Budi menyebut jika Kubutambahan memiliki nilai lebih dibandingkan dua alternatif lainnya.

Untuk itu, terkait penetapan lokasi (penlok), Budi Karya mengatakan akan segera menerbitkannya. Ia juga memastikan proses bidding atau tender proyek pembangunan bandara ini akan transparan.

“Dalam tender itu, kami usahakan setransparan mungkin bahwa mereka yang paling kompeten, efisien, dalam satu bidding contest itu akan didiskusikan dengan Pak Gubernur seperti apa. Intinya dalam tinjauan fisik kita lihat jumlah penduduk yang tinggal di sini yang direlokasi tidak ada, ini memudahkan masalah sosialnya,” ucapnya.

Sedangkan terkait masalah teknis bergunung-gunung itu,ujar dia, menjadi bagian pekerjaan teknik. “Ini isu cut and field tidak ada isu mendatangkan tanah dari luar itu juga satu hal yang memudahkan kita,” ujarnya.

Budi Karya menambahkan, proses tender akan dimulai pada 2019, setelah melalui studi lebih lanjut. Nantinya proses pembangunan bandara ini pun akan didanai melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan akan terus mengawal agar bandara yang telah diimpikan masyarakat Buleleng ini segera terwujud.

Menurut Koster, dengan dibangunnya Bandara Bali Utara tersebut akan mampu menyeimbangkan pembangunan dan pemerataan antara Bali Selatan dengan Bali Utara serta Bali Timur maupun juga Bali Barat yang selama ini masih terjadi ketimpangan.

“Saya akan terus kawal ini (bandara-red), semua ini demi kepentingan masyarakat. Dengan dibangunnya bandara ini, pembangunan dan perekonomian masyarakat juga akan lebih baik. Kita harus dukung ini agar segera terwujud,” ujarnya.

Kelian (pimpinan) Adat Desa Pakraman Kubutambahan, Jero Ketut Warkadea, mengemukakan lokasi tanah di Kubutambahan yang rencananya akan digunakan pembangunan bandara merupakan tanah milik desa adat dan sudah mendapat persetujuan dari para kelian desa.

Walaupun lahan yang akan digunakan terdapat beberapa pura, namun menurut Warkadea itu tidak menjadi masalah karena bisa direlokasi.

Turut hadir pada peninjauan tersebut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti dan Direktur Bandar Udara M Pramintohadi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...