Kue Putu yang Masih Digemari di Bali

Editor: Koko Triarko

171
DENPASAR – Indonesia terkenal dengan jajanan tradisional. Setiap daerah pun memiliki ciri khas jajanan tersendiri, salah satunya Kue Putu, yang sudah dikenal luas di banyak daerah.
Kue Putu merupakan jenis kuliner Nusantara, yang pembuatannya dikukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu, yang sedikit dipadatkan. Suara khas uap yang keluar dari alat suitan yang terbuat dari kaleng bekas, sekaligus menjadi alat promosi.
Namun, saat ini keberadaan Kue Putu jarang ditemui. Namun, di Denpasar ada beberapa pedagang keliling yang masih menjualnya hingga sekarang. Seperti yang dilakukan oleh Rofiek, salah seorang penjual Kue Putu keliling di beberapa tempat di Denpasar. Menurutnya, bahan dasar untuk membuat Kue Putu ini cukup sederhana, yakni tepung beras, gula aren, santan, garam,  vanili serta pandan sebagai penambah cita rasa dan aroma.
Rofiek, Penjual Kue Putu -Foto: Sultan Anshori.
“Semua bahan kita, alami alias tidak menggunakan bahan kimia,” ucap Rofiek, saat ditemui Sabtu, (1/12/2018).
Pria asal Kediri, Jawa Timur, ini mengaku setiap hari menjual Kue Putu, dengan menggunakan sepeda angin sederhana. Ia tidak canggung untuk berkeliling ke beberapa desa di kawasan Denpasar Barat, dan setiap hari ia memerlukan setidaknya tiga kilogram tepung beras untuk bisa membuat Kue Putu.
Bapak dua anak ini juga bercerita suka duka menjadi penjual kue ini. Di kala duka, saat dagangannya tidak laku terjual, maka bahan dasar kue tersebut harus dibuang, karena sudah basi. Karena itu, ia harus berpacu dengan waktu untuk menjual dagangannya tersebut.
“Ya, bagaimana wong yang saya jual ini berbahan dasar santan. Maka tidak bisa diendapkan. Nah, sukanya saya senang bisa terus melestarikan kuliner Nusantara kepada anak-anak sekarang. Selain itu, suka lainnya adalah berkat berjualan kue putu ini saya bisa menyekolahkan anak saya hingga lulus di bangku kuliah,” katanya Rofiek.
Harga jual Kue Putu terbilang cukup murah. Setiap tiga tabung Kue Putu dihargai Rp2.000.
Kue Putu termasuk jajanan yang menyehatkan. karena sebagian besar kandungannya adalah hidrat arang. Seringkali kue ini dijadikan makanan selingan di kala waktu pagi atau pun siang dan malam. Banyak orang masih meminati kue yang konon berasal dari Cina ini.
Winarsih, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku suka dengan kue ini. Selain karena harganya yang relatif murah, kue ini terbilang makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk keluarga.
“Daripada jajanan sekarang, lebih banyak mengandung kimia. Kalau ini kan tidak, karena berbahan dasar alamiah, jadi aman untuk kesehatan. Ya, hitung-hitung nostalgia dengan jajanan waktu saya kecil dulu,” pungkasnya.
Baca Juga
Lihat juga...