Kurangi Sampah Plastik, Pemkot Bekasi Berlakukan Perwal 2018

Editor: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, menegaskan, mulai Januari 2019, memberlakukan peraturan walikota (perwal) Bekasi No 61 Tahun 2018, untuk pengurangan sampah plastik. Saat ini masih tahap sosialisasi di sejumlah ritel dan mall di Kota Patriot.

“Perwal untuk membatasi penggunaan plastik sudah ada, dan saat ini masih tahap sosialisasi. Sasarannya pelaku usaha, toko ritel dan pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. Awal Januari 2019 nanti sudah berjalan,” papar Kustantinas, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kamis (13/12/2018).

Menurut Kustantinas, sosialisasi hingga akhir Desember 2018. Perwal ini bukan mengatur tidak boleh pakai plastik, namun diimbau menggunakan plastik berbahan nabati yang bisa terurai. Ke depan akan dimonitor penggunaan plastik tersebut.

Dikatakan, dalam tahap sosialisasi juga dibahas mengenai kesepakatan Pemkot Bekasi dengan pihak swasta tentang besaran pengurangan kantong plastik berbahan nabati yang relatif lebih mahal ketimbang harga plastik berbahan vinil yang sering ditemui.

“Plastik nabati banyak dari bahan dasar singkong sehingga bisa terurai. Namun memiliki kekurangan dari segi kekuatan dan terbatas menyimpan bobot barangnya,” jelas Kustantinas.

Menurutnya, Perwal penggunaan kantong plastik sudah ada di tahun 2016, namun saat kelembagaan Dinas Lingkungan Hidup masih berbentuk badan. Setelah berubah, menurutnya, ada hal-hal yang perlu diperbaharui terkait Perwal tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi – Foto Muhammad Amin

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, mengakui aturan untuk tidak menggunakan sampah plastik pernah diberlakukan di Kota Bekasi pada 2016. Tetapi, imbuhnya, ritel atau mall tidak konsisten dalam pemberlakuan.

“Dalam aturan itu tidak ada sanksi, jika ritel atau mall menggunakan sampah plastik. Melalui Perwal 2018 ini, sudah ada sanksi jika tidak dilaksanakan,”ujar Jumhana, tanpa merinci sanksi apa jika dilanggar.

Dia menyebut, saat ini, jumlah ritel di Kota Bekasi mencapai 200 lebih. Sedangkan volume sampah di Kota Bekasi per hari mencapai 1900 ton dengan posisi sampah organik 20-30 persen dari total jumlah tersebut. Sisanya sampah plastik dan lainnya.

Lihat juga...