Kurangnya Kepercayaan Petani Jadi Kendala Swasembada Benih

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

164

YOGYAKARTA — Kurangnya kepercayaan petani untuk menggunakan benih lokal, masih menjadi kendala swasembada benih di tingkat desa melalui program Desa Mandiri Benih. Pasalnya masih banyak petani memilih dari luar daerah meski sebenarnya di desanya sendiri sudah ada produsen.

Seperti telihat di desa Plered, kec Plered, Bantul yang merupakan salah satu Desa Mandiri Benih di DIY. Di desa ini terdapat kelompok tani yang telah mampu memproduks sendiri hingga 30 ton per tahun. Namun sayangnya mayoritas dijual ke luar daerah.

“Ada 5 jenis varietas benih padi yang sudah kita produksi. Yakni Ciherang, Situbagendit, IR 64, Mekongga dan PP. Namun mayoritas menang kita jual ke luar daerah seperti Sleman, Kulonprogo, Purwokerto hingga Nganjuk. Sementara untuk petani disini masih belum banyak yang mau memakai,” ujar Ketua Kelompok Tani Manunggal, dusun Tambalan, Plered, Bantul, Rahmat Wibowo, Senin (03/12/2018).

Padahal, selain memproduksi benih padi dan menjualnya sendiri, Kelompok Tani Manunggal juga sudah menjadi penyuplai untuk perusahaan skala nasional, Pertani hingga mencapai 30 ton per sekali tanam, sejak 2008 lalu.

Kelompok Tani Manunggal sendiri memiliki lahan seluas kurang lebih 35 hektare dengan rata-rata produksi benih mencapai 7-8 ton per hektare.

“Kita terus berupaya menyadarkan para petani disini agar mau memakai benih dari desanya sendiri. Karena dari sisi kualitas semua produsen benih sudah terstandar. Hanya memang kebiasaan lebih senang membeli di toko. Padahal kalau membeli ke produsen langsung harganya bisa lebih murah,” ujarnya.

Ditetapkan sebagai kelompok yang mendapat program Desa Mandiri Benih sejak 2015, Kelompok Tani Manunggal sendiri mendapatkan sejumlah bantuan berupa sarana dan prasarana pendukung dari pemerintah. Mulai dari bantuan benih sumber, gudang penyimpanan benih, lantai jemur, hingga sejumlah peralatan seperti timbangan dan pembersih gabah.

“Saat ini sudah mulai ada petani sekitar yang memakai benih dari kita meski jumlahnya masih sedikit. Kita harapkan ini bisa terus bertambah. Karena tujuan utama program Desa Mandiri Benih kan sebenarnya adalah agar kebutuhan benih di tingkat desa bisa terpenuhi. Sehingga petani tidak tergantung benih dari luar daerah,” katanya.

Baca Juga
Lihat juga...