hut

Laku Prihatin Pak Harto, Peduli Rakyat Kecil

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Presiden RI kedua, HM Soeharto, selama ini memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang sangat memperhatikan rakyat kecil, serta memiliki kepribadian sangat sederhana.

Kesederhanaan hidup sosok Pak Harto banyak digambarkan dalam berbagai buku maupun dokumen dan catatan sejarah selama 32 tahun beliau memimpin Indonesia.

Bahkan dalam sejumlah catatan, sejak masih menjadi angota ABRI, Pak Harto selalu melakukan laku prihatin sebagaimana orang Jawa pada umumnya. Hal itu masih tetap dilakukan, bahkan saat Pak Harto telah menjadi orang Nomor Satu di Indonesia.

Hal itulah yang dianggap sulit ditemukan pada sosok Pemimpin di Indonesia saat ini. Sebagaimana diungkapkan salah seorang Kepala Dusun Bibis, Bangunjiwo, Kasihan Bantul, Sunardi, yang sedikit banyak mengetahui jejak Pak Harto di dusunnya.

Sebagaimana diketahui, Dusun Bibis merupakan dusun yang pernah menjadi markas atau tempat persembunyian tentara Wehrkreise III pimpinan Letkol Soeharto, saat melawan penjajah Belanda sekaligus merencanakan Serangan Umum 1 Maret 1949 di kota Yogyakarta.

“Saat meresmikan Monumen Bibis, Pak Harto pernah ke sini sebagai Presiden. Pengamanannya sangat ketat. Banyak tentara di mana-mana. Maklum yang datang sekaliber Pak Harto yang merupakan orang nomor satu di Indonesia,” katanya.

“Namun anehnya,” lanjut Sunardi, “Suguhan makanan yang diberikan pada Pak Harto sangat sederhana. Hanya makanan tradisional desa seperti gembili dan ketela. Beliau ternyata sangat menyukai makanan itu. Dan hanya makan itu, tidak makan nasi,” katanya.

Kesederhanaan itu, dianggap Sunardi, sebagai salah satu laku prihatin yang dicontohkan seorang pemimpin besar sekaliber Pak Harto pada rakyatnya. Dimana sebagai seorang manusia, khususnya masyarakat Jawa, harus selalu hidup dalam kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan.

Tak heran, tak sedikit masyarakat Jawa juga banyak menjalankan sejumlah puasa sebagai upaya membatasi dan mengendalikan nafsu dalam dirinya.

“Kalau saat ini kan sangat sulit mencari pemimpin yang seperti itu. Padahal sikap laku prihatin seorang pemimpin seperti itu, akan sangat menentukan dan mempengaruhi kondisi bangsa dan negara yang dipimpinnya. Tak heran, selama Pak Harto memimpin, kondisi bangsa dan negara selalu dalam keadaan stabil, aman, dan tenteram,” katanya.

Sikap hidup sederhana dan kegemaran melakukan laku prihatin sosok Pak Harto itu juga diungkapkan Jendral TNI (Purn) Try Sutrisno dalam buku “Pak Harto The Untold Stories”. Dalam penuturannya, mantan ajudan Pak Harto serta mantan Panglima ABRI itu mengaku, pernah diminta menemani Pak Harto melakukan kunjungan incognito di sejumlah desa Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur secara rahasia.

Perjalanan darat dengan kendaraan terbatas selama 2 minggu dilakukan dengan tanpa prosedur pengawalan presiden sebagaimana biasanya. Yakni untuk mengecek langsung dan melihat sendiri  program-program pemerintah dilaksanakan. Saat itu tengah memasuki tahapan Repelita II.

“Kami tidak pernah makan di restoran. Menginap di rumah kepala desa atau rumah-rumah penduduk. Untuk urusan logistik, selain membawa beras dari Jakarta, Ibu Tien membekali sambal teri dan kering tempe. Kami benar-benar prihatin saat itu. Saya melihat Pak Harto sangat menikmati perjalanan keluar masuk desa itu,” ungkap Try Sutrisno, sebagaimana dikutip dalam laman www.soeharto.co.

Menurut Try Sutrisno, kecenderungan yang tak segan turut berkorban melalui perilaku batiniah, seringkali dilakukan Pak Harto. Hasil dari perenungan-perenungan beliau juga menjadikan Pak Harto seorang ahli strategi ulung yang mampu mengarahkan kecenderungan masa depan secara tepat.

“Saya ingat betul pada masa awal pemerintahan Orde Baru, Pak Harto berulangkali meyakinkan perlunya bangsa ini memprioritaskan penanganan ekonomi. Beberapa tahun kemudian terbukti, langkah kebijaksanaan beliau itu sangat tepat. Ketika dunia mengalami krisis ekonomi yang berkepanjangan, bangsa Indonesia saat itu sempat memperbaiki kehidupan perekonomian sehingga memiliki ketahanan yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan dan ujian,” ungkapnya.

Lihat juga...
error: Terimakasih Sudah Berkunjung !!