Laura Rizki Yulian, Peraih Juara Grand Indonesia Open Arhery Championship

Editor: Mahadeva

Laura Rizki Yulian, atlet panah Banyumas saat berlaga di ajang Porprov Jateng 2018 (FOTO : Istimewa/Hermiana E Ef)

PURWOKERTO – Tubuh Laura Rizki Yulian, yang kecil dan ramping, ternyata menyimpan segudang prestasi. Pada usia yang terbilang masih sangat muda, Mahasiswi jurusan Bisnis Internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tersebut, sudah mencatat beragam prestasi di olah raga panahan.

Mahasiswi semester tiga tersebut, berhasil menyabet juara 1 kejuaraan Grand Indonesia Open Arhery Championship, yang digelar di Bali pada delapan hingga 16 Desember lalu. Laura, mulai latihan memanah saat masih duduk di bangku SMA. Di SMA Negeri 1 Rawalo, tempatnya menuntut ilmu, ada kegiatan ektra kurikuler memanah. Awalnya, Dia sama sekali tidak tahu tentang panahan, namun tiba-tiba merasa tertarik dan mulai berlatih.

ʺAwalnya hanya coba-coba, tetapi setelah sering berlatih di sekolah, tiba-tiba merasa suka dan akhirnya menjadi hobi sampai sekarang,ʺ tuturnya.

Kejuaraan pertama yang diikuti saat kelas 1 SMA, yaitu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda). Laura mengikuti perlombaan di level kabupaten dan berhasil menyabet juara tiga. Atas prestasinya tersebut, Laura didaulat mengikuti kejurda tingkat propinsi di Semarang. Di Kejurda Laura berhasil meraih medali perunggu. Setelah itu, berbagai perlombaan diikuti gadis asal Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas tersebut. Seperti kejuaraan panahan di Dulongmas dan Porpov Jateng.

Banyaknya ajang kompetisi yang diikuti, menempanya menjadi semakin matang di dunia panahan. Hingga akhirnya, dalam kejuaraan bergengsi tingkat nasional di Bali, Grand Indonesia Open Arhery Championship, gadis mungil ini menyabet tiga medali emas, satu perak dan satu perunggu. Tiga medali emas disumbangkan Laura dari nomor 50 meter, nomor total jarak dan nomor aduan.

Anak kedua dari empat bersaudara ini menuturkan, di panahan, tidak hanya fisik dan mental yang harus diasah. Atlet panahan, juga harus belajar olah rasa. Mereka harus belajar sabar dan ikhlas. ʺMemanah itu perpaduan antara olah raga dan olah rasa, sehingga tidak hanya latihan fisik saja, tetapi juga ada meditasi, pendalaman dan pengenalan terhadap karakter diri sendiri, perenungan dan sejenisnya. Dan saya sangat menyukai hal tersebut,ʺ kata putri dari pasangan Turyanto dan Yuli Lestari tersebut.

Saat ini Laura sedang mengikuti kejuaraan Banyumas International Achery Open Competition yang digelar Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Banyumas. Atlet dari PERPANI Banyumas tersebut mengatakan, jadwal latihan saat hendak menghadapi pertandingan, cukup membuat jadwal kuliah sedikit mengalami gangguan. Ia seringkali harus minta izin latihan terutama yang disertai karantina. ʺKuliah banyak ijinnya, tetapi sudah hobi dan menjadi profesi, sehingga tidak masalah. Orang tua juga sangat mendukung saya terjun di panahan ini,ʺ pungkasnya.

Lihat juga...