Libur Akhir Tahun, Baturaden Targetkan 80 Ribu Pengunjung

Editor: Mahadeva WS

PURWOKERTO – Pesona wisata alam Baturaden, yang berada di lereng Gunung Slamet masih menjadi magnet wisata. Nuansa alam pegunungan, dengan udara yang sejuk dan berbagai wahana wisata yang disediakan, menjadikan Baturaden selalu menjadi tempat berlibur favorit.

Kepala Dinporabudpar Banyumas, Azis Kusumandani – Foto Hermiana

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Azis Kusumandani, mengatakan, setiap tahun kunjungan ke Lokawisata Baturaden selalu melampaui target. Pada libur akhir tahun ini, Lokawisata Baturaden ditargetkan dikunjungi 80 ribu wisatawan.

Untuk tahun ini, kekurangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari lokawisata tinggal Rp 300 juta. Dan angka tersebut bisa terpenuhi dengan hanya 25 ribu pengunjung. ʺWisata alam masih tetap diminati, karena itu pengunjung ke Lokawisata Baturaden selalu meningkat dari tahun ke tahun. Untuk libur akhir tahun ini, kita targetkan 80 ribu pengunjung,ʺ jelasnya, Minggu (16/12/2018).

Tahun lalu, tingkat kunjungan ke Baturaden tembus 75 ribu orang. Dan pada libur panjang akhir tahun 2016, tingkat kunjungannya mencapai 70 ribu orang. Sehingga setiap tahun naik sekitar 5 ribu pengunjung, di libur akhir tahun. Puncak kunjungan wisatawan diperkirakan terjadi pada libur Natal, diperkirakan terjadi pada 24, 25 dan 26 Desember. Serta pada saat menjelang dan sesudah perayaan tahun baru, yaitu mulai 30 hingga 31 Desember, berlanjut ke 1 hingga 3 Januari 2019.

Pada saat puncak kunjungan tersebut, Pemkab Banyumas bersama Polres dan Kodim Banyumas membentuk posko gabungan di kawasan lokawisata. Posko tersebut untuk mengantipasi kemacetan lalu lintas dan hal lain akibat penumpukan pengunjung. Selama ini, Lokawisata Baturaden dikenal dengan wisata pancuran tiga dan pancuran tujuh. Dalam beberapa bulan terakhir, sudah bertambah wahana baru yang juga menjadi favorit pengunjung, yaitu sepeda gantung (zip bike) dan ayunan (swing mountain).

Kedua wahana baru tersebut, menjadi tempat selfie dengan latar pemandangan perbukitan Baturraden yang indah. Untuk mencoba wahana sepeda gantung, pengunjung dikenakan biaya Rp20 ribu sekali naik. Sedangkan untuk berfoto di ayunan yang berlatar belakang jurang dan pepohonan pinus, dikenakan biaya Rp20 ribu.

Pengunjung tidak perlu ragu untuk menaiki wahana sepeda gantung, sebab dilengkapi dengan berbagai peralatan keamanan seperti harnes, webing, carabiner dan helm. Pengunjungan juga didampingi oleh instruktur berpengalaman. Bagi anak-ana juga tersedia berbagai macam wahana permainan, seperti bebek air, kolam renang, serta pesawat terbang yang terparkir di dekat pintu masuk Lokawisata Baturaden.

Lihat juga...