Liong dan Barongsay Menghibur Kongres Kebudayaan

Editor: Mahadeva WS

JAKARTA – Pertunjukan Liong dan Barongsay memeriahkan penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018, Sabtu (8/12/2018). Pertunjukan liong dan barongsai, ditampilkan di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Ripka Widjaja, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) (Foto Akhmad Sekhu)

“Kalau kita bicara kebudayaan, memang liong dan barongsay sudah berusia ratusan tahun. Dulu secara seremonial dalam kegiatan keagamaan, tapi sekarang sudah menjadi pertunjukan tradisional, lalu olahraga juga, bahkan sekarang banyak menjadi kegiatan ekstra kulikuler di sekolah-sekolah, “ kata Ripka Widjaja, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI), Sabtu (8/12/2018).

Menurut Ripka, liong dan barongsay memiliki hubungan erat dengan kebudayaan. Keduanya, memiliki nilai-nilai kebudayaan. “Hal ini, yang membuat keikutsertaan kita Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia, dalam acara Kongres Kebudayaan Indonesia 2018,” tambahnya.

Ripka menyebut, Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, membuka wawasan masyarakat tentang liong dan barongsai. Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia, didirikan sejak tahun 1998. Pendiriannya dilakukan, pada awal era reformasi, dimana pada saat itu, yang menjadi presiden adalah Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. “Presiden saat itu mengadakan kegiatan Indonesia Berdoa, dan kita diundang untuk mengisi acaranya dan ternyata ada ratusan barongsai yang tampil,” paparnya.

Lihat juga...