Liong dan Barongsay Menghibur Kongres Kebudayaan

Editor: Mahadeva WS

171

JAKARTA – Pertunjukan Liong dan Barongsay memeriahkan penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018, Sabtu (8/12/2018). Pertunjukan liong dan barongsai, ditampilkan di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta.

Ripka Widjaja, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI) (Foto Akhmad Sekhu)

“Kalau kita bicara kebudayaan, memang liong dan barongsay sudah berusia ratusan tahun. Dulu secara seremonial dalam kegiatan keagamaan, tapi sekarang sudah menjadi pertunjukan tradisional, lalu olahraga juga, bahkan sekarang banyak menjadi kegiatan ekstra kulikuler di sekolah-sekolah, “ kata Ripka Widjaja, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI), Sabtu (8/12/2018).

Menurut Ripka, liong dan barongsay memiliki hubungan erat dengan kebudayaan. Keduanya, memiliki nilai-nilai kebudayaan. “Hal ini, yang membuat keikutsertaan kita Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia, dalam acara Kongres Kebudayaan Indonesia 2018,” tambahnya.

Ripka menyebut, Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, membuka wawasan masyarakat tentang liong dan barongsai. Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia, didirikan sejak tahun 1998. Pendiriannya dilakukan, pada awal era reformasi, dimana pada saat itu, yang menjadi presiden adalah Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. “Presiden saat itu mengadakan kegiatan Indonesia Berdoa, dan kita diundang untuk mengisi acaranya dan ternyata ada ratusan barongsai yang tampil,” paparnya.

Ripka menyebut, sepanjang perjalanan Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia selama 18 tahun, prestasinya cukup bagus. “Selain menjadi olahraga masyarakat, kita berhimpun di induk Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), yang ketua umumnya Hayono Isman, “ ungkapnya.

Pertunjukan liong dan barongsay di Kongres Kebudayaan (Foto Akhmad Sekhu)

Ripka menyebut, sudah rutin mengadakan kegiatan untuk mencari bibit-bibit baru, dan melestarikan pertunjukan Liong dan Barongsay.  “Tahun depan, kita akan mengadakan untuk kelima kalinya kegiatan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas),” ujarnya.

Di Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, PLBSI mendatangkan tim liong Naga dari Tengerang dan barongsainya dari Jakarta. “Mereka sudah biasa latihan, jadi hanya tinggal tahu tempatnya venuenya dimana, dan acaranya berapa lama, jadi tidak asing lagi buat mereka unjuk kebolehan di Kongres Kebudayaan,” ungkapnya.

Pertunjukan grup liong dan barongsai, selalu menekankan kekompakan. “Kekompakan 13 orang dalam satu tim liong maupun barongsai memang tidaklah mudah, perlu banyak latihan untuk menyesuaikan, antar anggota agar tetap menjaga kekompakan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...