Literasi Keuangan pada Guru Berdampak Positif Bagi Anak

187
OJK, ilustrasi -Dok: CDN
KEDIRI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Jawa Timur, menegaskan, adanya literasi perencanaan keuangan kepada para guru ekonomi di Kediri, berdampak positif terhadap pendidikan anak.
“Anak-anak yang merupakan generasi milenial sangat perlu mengetahui perencanaan keuangan, terlebih di tengah kompetisi global dan inovasi produk serta jasa keuangan yang berkembang pesat. Guru memiliki peran sangat penting dalam memberikan pemahaman sejak dini kepada murid,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, Slamet Wibowo, di Kediri, Minggu (2/12/2018).
Dalam acara literasi perencanaan keuangan yang dilakukan oleh PT Bhinneka Life Indonesia (Bhinneka Life), bekerja sama dengan OJK serta Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Tingkat SLTA Provinsi Jatim di SMAN 3 Kediri, Slamet mengatakan dengan memiliki literasi perencanaan keuangan, masyarakat mampu mengelola keuangan menjadi lebih baik, sehingga masa depan anak-anak juga menjadi lebih terjamin.
Pada 2017, OJK mencatat, bahwa indeks literasi asuransi di Indonesia baru mencapai 15,76 persen, turun dari survei pada 2013 yang berada di angka 17,84 persen. Hal ini juga diduga karena rendahnya tingkat literasi yang bisa berdampak pada masih banyaknya warga Indonesia yang belum terlindungi asuransi.
Sementara itu, menurut data asosiasi jiwa Indonesia (AJI), dari total penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 255 juta jiwa, baru sekitar 7,5 persen masyarakat yang memiliki asuransi.
Chief Agency Officer PT Bhinneka Life Indonesia, Sudarwo, mengatakan, perusahaan ikut mendukung program OJK untuk meningkatkan literasi keuangan bagi guru SMA.
“Kami sangat mendukung program OJK untuk meningatkan literasi keuangan bagi guru SMA. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial. Sebagai pendidik masa depan, guru memiliki peran penting. Partisipasi guru ekonomi merupakan langkah strategis dalam mempercepat pemahaman masyarakat terhadap literasi perencanaan keuangan,” kata Sudarwo.
Pihaknya mengungkapkan, perusahaan juga melakukan inisiatif, agar masyarakat semakin mengetahui dan mengerti tentang asuransi. Program ini sebagai bagian dari mempersiapkan dan menyusun rencana keuangan yang lebih baik. Selain itu, dengan asuransi turut serta membantu warga, dalam mengambil keputusan dengan lebih baik.
Meningkatnya kesadaran masyarakat berasuransi, kata dia, merupakan salah satu indikasi pemahaman masyarakat terhadap perencanaan keuangan. Diharapkan dengan menyebarluaskan materi literasi kepada para guru ini, bisa turut disebarkan pada para muridnya, sehingga murid juga memiliki pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik dan terencana.
Kediri juga dinilai kota yang cukup berkembang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Kediri memiliki potensi perekonomian yang sangat tinggi.
Dengan data populasi sekitar 300 ribu orang, pada 2017 pertumbuhan ekonomi Kediri melampaui pertumbuhan rata-rata nasional, mencapai 5,5 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,15 persen.
Kegiatan yang diselenggarakan PT Bhinneka Life Indonesia tersebut, selain menggandeng OJK Kediri juga melibatkan Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia (AGEI) Tingkat SLTA Provinsi Jatim. Ada sekitar 50 guru yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Sebelumnya, kegiatan serupa dilakukan di Yogyakarta, Bukittingi, Surabaya, Bandung. Setelah dari Kediri, kegiatan literasi perencanaan keuangan juga akan digelar di Semarang. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...