Lombok Utara Jadikan Gili Matra Kecamatan

Najmul Ahyar Bupati Lombok Utara - Dok CDN

MATARAM – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, memproses pembentukan Gili Matra (Gili Meno, Air, dan Trawangan), yang masuk ke wilayah administratif Desa Gili Indah, menjadi satu kecamatan.

Upaya tersebut dilakukan, untuk mempermudah pelayanan publik di daerah tersebut. “Desa Gili Indah akan dijadikan kecamatan khusus, agar keberadaan pemerintah daerah dirasakan lebih oleh masyarakat dalam hal pelayanan publik,” kata Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar, Sabtu (15/12/2018).

Najmul mengatakan, pembentukan tiga gili tersebut menjadi satu kecamatan sangat dimungkinkan. Meskipun jumlah penduduknya relatif tidak banyak. Namun bisa dilakukan dengan mengacu pada aturan pemerintah pusat. “Kami sudah utus beberapa pejabat terkait untuk berkonsultasi ke pemerintah pusat di Jakarta,” ujarnya.

Pembentukan Gili Matra sebagai satu kecamatan, sebagai bagian dari upaya mempertahankan predikat hijau, penilaian kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik yang diberikan oleh Ombudsman Perwakilan NTB pada 2018. Ombudsman Perwakilan NTB memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, karena telah berhasil menempati posisi kepatuhan tinggi, terhadap Undang-undang No.25/2009, tentang Pelayanan Publik.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Lombok Utara, Mujaddid Muhas, menyebut, Desa Gili Gede Indah terdiri atas tiga dusun, yakni Dusun Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan. Desa tersebut saat ini berada di wilayah administratif Kecamatan Pemenang.

Desa Gili Indah terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 20 tertangal tanggal 23 Januari 1995. Penyebaran penduduk di Desa Gili Indah tidak merata, penduduk yang terbanyak terdapat di dusun Gili Air, sedangkan yang paling sedikit adalah penduduk di dusun Gili Meno. Berdasarkan data kantor desa, jumlah penduduk Desa Gili Indah tercatat sebanyak 5.100 jiwa atau 1.113 kepala keluarga per Maret 2018. (Ant)

Lihat juga...