Lukman Hakim Ingatkan Sastra Pesantren Respons Koservatisme Beragama

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Dok CDN

SITUBONDO — Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengingatkan kalangan sastrawan tentang bagaimana sastra pesantren merespons kecenderungan konservatisme di sebagian kalangan Umat Islam.

“Bangsa Indonesia saat ini sedang membutuhkan banyak mengasah rasa. Revolusi digital telah mengubah cara dan perilaku beragama sebagian kita,” katanya saat membuka Muktamar Sastra Nusantara di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (19/12/2018).

Menag mengungkapkan bahwa ada kegagapan di kalangan sebagian umat ketika memahami agama yang tidak diimbangi dengan nurani dan spiritualitas. Sehingga hal itu menyebabkan seruan agama yang seharusnya menentramkan menjadi menakutkan.

“Agama yang seharusnya santun justru menjadi kegarangan. Masyarakat kita butuh asupan bacaan dan pendidikan agama yang tidak hitam putih dalam penafsirannya,” kata pejabat yang juga pernah nyantri itu.

Ia kemudian menyebutkan bahwa seharusnya pemahaman keagamaan itu lezat seperti santapan khas di kalangan suku Madura.

“Masakan Madura itu “nyaman ongghu” (sungguh enak). Jadi pemahaman agama itu perlu pengetahuan yang memiliki cita rasa tinggi, bukan pengetahuan hambar yang tidak bergizi,” tambahnya.

Lihat juga...