Lurah Kranji Tertibkan Pengamen Ondel-Ondel

Editor: Koko Triarko

201
BEKASI – Lurah Kranji, Bekasi Barat, Jawa Barat, Andi Kristanto, melakukan penertiban terhadap maraknya pengamen Ondel-ondel yang kerap berkeliaran di wilayahnya. Selain mengganggu lalu-lintas, keberadaannya juga seringkali menimbulkan perkelahian.
“Ondel-ondel ini identik dengan seni budaya Betawi. Tapi, pengamen liar Ondel-ondel itu kebanyakan dilakukan anak di bawah umur,” kata Andi Kristanto, Lurah Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (5/12/2018).
Menurutnya, pengamen liar Ondel-ondel itu bukan pelestarian budaya Betawi. Sebaliknya, adalah disfungsi. Karena, mengganggu jalan protokol, sehingga menjadi macet dan hasil dari mengamen itu banyak digunakan untuk hal lain, seperti membeli minuman keras dan rokok.
“Coba tanya, apakah mereka yang mengamen dengan ondel-ondel itu orang Betawi asli apa bukan? Karena setahu saya, budaya Betawi itu anaknya mengaji,” tandasnya.
Lurah Kranji, Andi Kristanto -Foto: M Amin
Dampak lain dari pengamen Ondel-ondel di jalanan, tidak jarang menimbulkan perkelahian.
Untuk itu, ia membentuk sembilan sanggar seni Betawi, sehingga ke depan akan melakukan pembinaan lebih lanjut terhadap maraknya Ondel-ondel di jalanan.
Andi mengaku sudah mendatangi beberapa perajin Ondel-ondel di wilayah Kranji, agar tidak membuat Ondel-ondel yang digunakan oleh pengamen. Melalui forum sanggar, lanjut Andi, pelestarian akan digalakkan dengan lebih elegan dan mengena.
“Setelah ada pembinaan sanggar, akan dibentuk forum atau wadah terkait dengan ondel-ondel. Sehingga semua sanggar Betawi bisa memiliki perkumpulan untuk pelestarian ondel-ondel,” pungkas Andi.
Baca Juga
Lihat juga...