Mahasiswa Indragiri Hilir Keluhkan Harga Kelapa Rp600 Per Butir

214

PEKANBARU  – Forum Gerakan Pemuda Mahasiswa Indragiri Hilir, menggelar aksi unjuk massa di depan gedung DPRD Riau, mengeluhkan harga jual kelapa yang tidak stabil bahkan mencapai Rp600 per butir.

“Bagaimana orangtua kami menangis tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya, karena hampir 70 persen dari masyarakat merupakan petani kelapa. Masyarakat menggantungkan hidup dari harga jual kelapa,” kata Koordinator Lapangan Massa Aksi, Asrul, dalam orasinya di Pekanbaru, Rabu.

Dia mengatakan, Kabupaten Indragiri Hilir mempunyai hamparan areal perkebunan kelapa seluas 429.694 hektare yang tersebar di 20 Kecamatan di Inhil. Hampir 70 persen ekonomi masyarakat digerakkan oleh satu komoditi pertanian yaitu kelapa.

“Harga jual kelapa tidak pernah lebih di atas Rp2.000 bahkan harga kelapa pernah mencapai Rp600. Kami minta solusi kongkret dari pemerintah untuk menaikan harga kelapa,” ujarnya.

Diantara tuntutan yang diajukan FGPMIP yakni mendesak agar pemerintah segara menaikkan harga kelapa, meminta pemerintah membuat perda tentang standarisasi harga kelapa sebesar Rp3.000 per kg.

Selanjutnya, mereka meminta aparat hukum untuk mengusut tuntas mafia kelapa yang ada di Inhil, membuka kran ekspor, membentuk industri kelapa atau BUMD. Kemudian juga menuntut transparansi mengenai MoU PT Sambu dengan kabupaten Inhil.

“Untuk itu kami meminta DPRD Riau membuat pernyataan sikap untuk menyelesaikan dan membuat regulasi yang pro terhadap petani agar tercapai ekonomi yang baik,” ujarnya.

Puluhan mahasiswa dan perwakilan paguyuban yang ada di Kota Pekanbaru masih bertahan meski hari hujan. Sementara itu, Anggota DPRD Riau tidak berada di lokasi karena sedang melaksanakan reses ke daerah pemilihan masing-masing. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...